⌂ Beranda › Tren › Profil Bank Danantara Indonesia: Bank Negara Baru Gabungan Bukopin-Muamalat yang Bidik 100 Juta Rekening Gratis
Tren

Profil Bank Danantara Indonesia: Bank Negara Baru Gabungan Bukopin-Muamalat yang Bidik 100 Juta Rekening Gratis

Profil Bank Danantara Indonesia: Bank Negara Baru Gabungan Bukopin-Muamalat yang Bidik 100 Juta Rekening Gratis
Buku Tabungan Bank
A A Ukuran Teks16px

Indonesia kini punya bank negara baru bernama Bank Danantara Indonesia. Bank yang diluncurkan pada 29 Oktober 2026 ini langsung menyita perhatian karena dikaitkan dengan rencana program rekening gratis pemerintah yang menyasar 100 juta warga.

Bank Danantara Indonesia merupakan hasil penggabungan Bank KB Bukopin dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Pemerintah merancangnya sebagai bank nasional berfokus kredit produktif untuk sektor infrastruktur, energi, manufaktur, UMKM, dan pertanian, sekaligus disiapkan bersaing di industri jasa keuangan global.

Rekening Gratis Masih Sebatas Wacana

Program rekening gratis yang ramai dibicarakan rencananya dihadirkan lewat bank ini, menyasar masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan formal. Keunggulannya, rekening tersebut tidak dikenakan biaya bulanan sehingga diharapkan mendorong warga memiliki tabungan dan bertransaksi secara aman.

Akan tetapi, sampai sekarang belum ada informasi resmi tentang kapan program itu dirilis dan bagaimana syarat mendapatkannya. Rencana ini masih berstatus wacana dan menunggu pengumuman lanjutan dari pemerintah maupun pihak bank.

Susunan Manajemen

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, kehadiran Bank Danantara Indonesia akan merevolusi perbankan nasional sebagai bagian dari transformasi menuju negara yang lebih maju dan efisien di bidang keuangan.

Adapun susunan manajemennya, antara lain Direktur Utama Akhmad Purwakajaya, Wakil Direktur Utama Soeharsojo, Komisaris Utama Anggito Abimanyu, dan Wakil Komisaris Utama Irwan Mulyadi. Deretan direksi lainnya yakni Febriyani (Direktur SME), Hendra Purnama (Direktur Distribusi), Dedi Kusmara (Direktur Keuangan dan Strategi Bisnis), Krishna Adil Prasetya (Direktur Manajemen Risiko), Andi Widianto (Direktur Operasional), Cung Yoo (Direktur Teknologi dan Data), Erik Wahyudi (Direktur Kepatuhan), dan Dewi Lidya F (Direktur Human Capital).

Fokus Kredit Produktif

Selain rekening gratis, arah bisnis bank ini telah digariskan sejak peluncurannya. Bank Danantara Indonesia diarahkan menjadi bank nasional yang berfokus pada penyaluran kredit produktif, dengan sektor prioritas meliputi infrastruktur, energi, manufaktur, UMKM, dan pertanian. Di saat yang sama, bank ini juga dicita-citakan mampu bersaing dalam industri jasa keuangan secara global.

Kombinasi antara bank hasil merger, target 100 juta rekening, dan mandat kredit produktif membuat langkah Bank Danantara Indonesia layak ditunggu. Namun sekali lagi, untuk program rekening gratisnya, belum ada satu pun kepastian jadwal maupun syarat yang diumumkan secara resmi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru