Publik sempat bertanya-tanya ke mana Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia tidak terlihat dalam foto rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Selasa, 3 November 2026, tepat ketika isu dugaan penyadapan terhadap Presiden sedang menghangat.
Dari ketiadaan dalam satu dokumentasi rapat itu, spekulasi berkembang cepat di media sosial: Teddy diisukan bakal diganti dari kursi Sekretaris Kabinet.
Jawaban atas teka-teki itu muncul di hari yang sama. Teddy tetap mendampingi Prabowo pada pembekalan bagi kurang lebih 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) tahun 2026, dan tampak berdiri di samping Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Telepon Siang Hari dari Seskab
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria bercerita bahwa pada siang hari itu Sekretaris Kabinet menghubunginya agar hadir mendampingi Presiden dalam acara P3MDI. Fakta ini menepis gambaran bahwa Teddy sedang tersisih.
Pihak Istana sendiri tidak pernah mengumumkan rencana pergantian Sekretaris Kabinet. Isu pergantian itu murni spekulasi warganet dan belum terkonfirmasi hingga saat ini.
Mengapa Isu Ini Meledak Bersamaan dengan Kasus Penyadapan
Momen ramainya nama Teddy berimpitan dengan penyidikan dugaan penyadapan ilegal yang ditangani kepolisian. Mengacu keterangan polisi, tiga orang telah berstatus tersangka: mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Santoso. Nama Slamet Uliandi disebut masih menjalani pemeriksaan.
Menurut Kabareskrim Polri Asep Safrudin, dugaan penyadapan menyasar nomor telepon Presiden serta pejabat negara, tokoh politik, tokoh media, tokoh ormas, aktivis LSM, dan pengusaha. Rentang kejadiannya diduga 2025 sampai 2026, disebut tidak berhubungan dengan penegakan hukum, dan diduga ada penghapusan catatan aktivitas penyadapan pada Oktober 2026.
Seluruh rangkaian dugaan tersebut masih versi penyidikan kepolisian dan akan diuji di pengadilan; belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.