Sidang kasus fitnah ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 5 November 2026 menghadirkan momen yang menyita perhatian: Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyampaikan keberatan setelah dicecar pertanyaan soal mata kuliah semasa ia kuliah di Fakultas Kehutanan UGM.
Jokowi hadir sebagai saksi pelapor. Giliran kuasa hukum Roy Suryo bertanya, Jokowi dihadiahi sederet pertanyaan bernuansa kampus: mata kuliah apa saja yang ia ambil, siapa dosennya, dan detail akademik lainnya.
Atas pertanyaan-pertanyaan itu, Jokowi menjawab singkat: ia tidak ingat dan sudah lupa. Detail perkuliahan puluhan tahun lalu, menurutnya, tidak lagi tersimpan dalam ingatannya.
Persidangan Bukan Ujian
Jokowi kemudian menyela dengan keberatan. Ia menilai pertanyaan semacam itu seperti sedang mengetes mahasiswa baru, padahal forum yang ia hadiri adalah persidangan yang ia hormati.
"Wong ini bukan ujian, ini persidangan, itu beda. Kalau ujian saya ditanya, tapi ini persidangan. Jadi jangan sampai ada pertanyaan yang bersifat menguji," tegas Jokowi.
Ia menggarisbawahi bahwa dirinya menghormati persidangan dan pengadilan, sehingga pertanyaan yang dilontarkan semestinya berkaitan dengan perkara yang sedang diperiksa, bukan sekadar menguji ingatan.
Jawaban Final: Sudah Lupa
Di akhir sesi itu, Jokowi menegaskan keterangannya sudah tuntas: ia memang tidak mengingat lagi mata kuliah yang ditanyakan kuasa hukum Roy Suryo. Ia tidak menambah jawaban lain di luar pengakuan lupa tersebut.
Momen ini menjadi salah satu warna dalam persidangan laporan fitnah ijazah palsu yang diajukan Jokowi — perkara yang hingga kini masih menyedot perhatian luas masyarakat dan akan berlanjut ke agenda berikutnya.
Dalam persidangan, pertanyaan bernuansa akademik semacam itu lazimnya diarahkan untuk menguji ingatan dan konsistensi keterangan saksi. Namun dalam kasus ini, Jokowi menilai cara itu tidak tepat sasaran. Ia memilih bertahan pada jawaban singkatnya — lupa — dan menyerahkan sepenuhnya penilaian keterangan kepada majelis hakim yang memimpin persidangan. Keberatannya itu pun menjadi salah satu momen paling diingat dari sidang hari itu.