⌂ Beranda › Tren › Kenapa ST017 Trending: Sukuk Tabungan 6,95%–7,05% Dibuka 6 November–2 Desember
Tren

Kenapa ST017 Trending: Sukuk Tabungan 6,95%–7,05% Dibuka 6 November–2 Desember

Kenapa ST017 Trending: Sukuk Tabungan 6,95%–7,05% Dibuka 6 November–2 Desember
Ilustrasi SBN ritel Sukuk Tabungan ST017 • Bareksa
A A Ukuran Teks16px

ST017 ramai dicari setelah penawaran Sukuk Tabungan seri terbaru ini resmi dibuka pada Jumat, 6 November 2026. Imbal hasil minimalnya yang mencapai 6,95 persen hingga 7,05 persen per tahun menjadi daya tarik utama.

Kementerian Keuangan menawarkan dua seri ST017. Seri ST017T2 bertenor dua tahun dengan imbal hasil minimal 6,95 persen per tahun, sedangkan ST017T4 bertenor empat tahun dengan imbal hasil minimal 7,05 persen per tahun.

Angka tersebut ditetapkan pada Kamis, 5 November 2026, dan menjadi yang tertinggi sejak ST005 pada Agustus 2019. Imbal hasil dihitung dari BI Rate 5,75 persen ditambah selisih tetap 1,2 persen untuk tenor dua tahun dan 1,3 persen untuk tenor empat tahun.

Kenapa Banyak yang Melirik ST017?

Imbal hasil ST017 dibayarkan setiap bulan dan dikenai pajak final 10 persen, separuh dari pajak bunga deposito. Setelah pajak, imbal hasil bersihnya setara 6,26 persen per tahun untuk tenor dua tahun dan 6,35 persen untuk tenor empat tahun.

Modal awalnya pun terjangkau: mulai Rp1 juta dan kelipatannya. Batas maksimal pemesanan Rp5 miliar untuk tenor dua tahun dan Rp10 miliar untuk tenor empat tahun.

Sebagai gambaran, modal Rp100 juta menghasilkan sekitar Rp521.250 per bulan pada tenor dua tahun dan sekitar Rp528.750 per bulan pada tenor empat tahun, setelah pajak.

Penawaran ST017 berlangsung hingga 2 Desember 2026 melalui 33 mitra distribusi. Produk syariah ini tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi menyediakan fasilitas pencairan awal maksimal 50 persen.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru