⌂ Beranda › Tren › Pasokan BBM Regional Melimpah, Malaysia Turunkan Harga Nonsubsidi hingga 20 Sen per Liter
Tren

Pasokan BBM Regional Melimpah, Malaysia Turunkan Harga Nonsubsidi hingga 20 Sen per Liter

Pasokan BBM Regional Melimpah, Malaysia Turunkan Harga Nonsubsidi hingga 20 Sen per Liter
SPBU Pertamina
A A Ukuran Teks16px

Meningkatnya pasokan bahan bakar olahan di pasar regional membuat Malaysia memangkas harga BBM nonsubsidi untuk periode 5–11 November 2026, dengan penurunan terbesar mencapai 20 sen per liter.

Penurunan terbesar berlaku untuk bensin RON97 yang kini dibanderol RM4,70 per liter. Solar nonsubsidi turun 15 sen menjadi RM5,12 per liter, dan bensin RON95 nonsubsidi ikut dipangkas 15 sen menjadi RM4,27 per liter dari posisi sebelumnya RM4,42 per liter.

Mengapa Harga Bisa Turun?

Dalam siaran pers yang dilansir Kamis (5/11/2026), Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan peningkatan pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan solar di Singapura, berpengaruh positif terhadap harga di pasar regional. Singapura selama ini menjadi salah satu acuan pasar dalam penetapan harga minyak bumi di Malaysia.

Di samping itu, harga minyak mentah Brent yang menurun pada akhir periode penghitungan memberi sinyal pelemahan harga BBM. Penyesuaian harga dilakukan mengacu pada formula Automatic Pricing Mechanism (APM). Pemerintah Malaysia tetap mencatat ketidakpastian geopolitik di Asia Barat sebagai risiko bagi stabilitas harga minyak dunia.

Harga untuk Penerima Subsidi Tidak Ikut Bergerak

Penurunan ini hanya menyentuh harga nonsubsidi. Lewat program BUDI MADANI, masyarakat yang memenuhi syarat tetap membeli bensin RON95 seharga RM1,99 per liter — selisih besar dibandingkan RM4,27 per liter untuk nonsubsidi. Solar bersubsidi juga tetap RM2,10 per liter, berbanding RM5,12 per liter untuk nonsubsidi.

"Pemerintah MADANI akan terus menerapkan pendekatan yang bijaksana untuk melindungi masyarakat dari fluktuasi harga, sekaligus memastikan pasokan BBM nasional tetap mencukupi dan terjamin," demikian pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia.

Pertamina Belum Mengubah Harga

Di Indonesia, harga BBM PT Pertamina (Persero) per November 2026 masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Untuk nonsubsidi, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, serta Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan keputusan mempertahankan harga itu diambil usai kementerian mengevaluasi dinamika global dan permasalahan di dalam negeri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru