Stadion Sultan Agung, Bantul, akan menjadi saksi duel dua kepentingan berbeda pada Jumat, 6 November 2026, pukul 19.00 WIB, saat PSIM Yogyakarta menjamu Dewa United dalam lanjutan Super League.
Laga yang disiarkan langsung Indosiar dan Vidio ini mempertemukan tim peringkat kedua dan tim peringkat 16. Dewa United mengoleksi 17 poin dan berada satu poin di belakang Persija yang memimpin klasemen dengan 18 poin. Kemenangan akan membawa Dewa United ke puncak. PSIM, sebaliknya, baru mengoleksi delapan poin dari sembilan pertandingan dan baru sekali menang.
Selisih posisi yang jauh tidak membuat laga ini bisa diprediksi dengan mudah. PSIM bermain di kandang sendiri dan sedang berjuang mengakhiri rekor buruk. Dewa United datang dengan tren empat laga tanpa kekalahan, tetapi mereka harus menghadapi tim yang sedang lapar akan kemenangan.
Struick Jadi Harapan PSIM
Rafael Struick menjadi sorotan di kubu tuan rumah. Penyerang itu menjadi pencetak gol PSIM saat timnya kalah 2-1 dari Persija di Stadion Sultan Agung. Kini, ia bertekad tampil habis-habisan demi membantu PSIM meraih hasil positif.
"Terus belajar dan berjuang, serta berusaha memberikan yang terbaik untuk tim," kata Struick. Ucapan itu sederhana, tetapi menggambarkan mentalitas yang dibutuhkan PSIM saat ini: tidak menyerah, terus berjuang, dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.
Struick akan menjadi ujung tombak harapan PSIM. Jika ia kembali tampil tajam, PSIM memiliki peluang untuk merepotkan pertahanan Dewa United yang sedang percaya diri.
Aji Santoso Akui Kekuatan Lawan
Pelatih PSIM, Aji Santoso, tidak meremehkan lawan. Ia menyebut Dewa United sebagai skuad yang kuat dan menegaskan bahwa PSIM harus tampil disiplin. "Kami berharap untuk ke depannya yang paling penting adalah untuk mengakhiri rekor ini," ujar Aji Santoso soal catatan PSIM yang baru sekali menang dalam sembilan laga.