⌂ Beranda › Tren › Persebaya Evaluasi Transisi Jelang Duel Kontra Persija di JIS
Tren

Persebaya Evaluasi Transisi Jelang Duel Kontra Persija di JIS

Persebaya Evaluasi Transisi Jelang Duel Kontra Persija di JIS
Persebaya Surabaya ditahan Persijap Jepara 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo. • Instagram @officialpersebaya via Okezone
A A Ukuran Teks16px

Kekalahan 3-2 dari Kendal Tornado menjadi peringatan keras bagi Persebaya Surabaya menjelang duel melawan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium.

Persebaya kalah dalam laga iLeague Cup pada Selasa, 3 November 2026, di Stadion Sriwedari, Solo. Yang membuat kekalahan itu terasa berat adalah Persebaya sempat dua kali unggul, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Dua kali memimpin, dua kali pula keunggulan itu hilang.

Pelatih Bernardo Tavares langsung melakukan evaluasi. Ia menyoroti transisi permainan timnya sebagai masalah utama. "Ketika kami kehilangan bola di area pertahanan, transisi lawan menjadi sangat cepat. Kami harus belajar untuk lebih sabar..." ujar Tavares.

Pernyataan itu menggambarkan masalah yang jelas. Saat Persebaya kehilangan bola di area sendiri, lawan bisa langsung menyerang dengan cepat. Persebaya belum cukup sabar dan belum cukup cepat untuk kembali ke posisi bertahan dalam situasi seperti itu.

Dua Kali Unggul, Tetap Kalah

Kekalahan dari Kendal Tornado menjadi contoh bagaimana keunggulan bisa hilang jika tim tidak mampu mengelola pertandingan. Persebaya dua kali memimpin, tetapi dua kali pula lawan mampu bangkit. Itu bukan soal kemampuan mencetak gol, melainkan soal menjaga keunggulan setelah mendapatkannya.

Di Super League, Persebaya sebenarnya tampil cukup baik. Setelah delapan laga, mereka mencetak 10 gol dan kebobolan tujuh gol. Jumlah kebobolan itu paling sedikit di antara sembilan tim teratas klasemen. Pertahanan Persebaya, secara keseluruhan, sudah solid.

Namun, catatan bagus itu tidak akan berarti banyak jika masalah transisi tidak diperbaiki. Melawan tim yang lebih kuat, kesalahan kecil dalam transisi bisa berakibat fatal.

Persija di Puncak Menanti

Lawan berikutnya adalah Persija Jakarta, pemuncak klasemen Super League dengan 18 poin. Laga akan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 19.00 WIB, di Jakarta International Stadium, dan disiarkan langsung Indosiar dan Vidio. Persebaya berada di peringkat ketiga.

Duel ini menjadi ujian langsung bagi evaluasi Tavares. Persija memiliki kualitas untuk memanfaatkan setiap kesalahan transisi Persebaya. Jika Persebaya kembali kehilangan bola di area berbahaya dan lambat kembali bertahan, Persija bisa menghukum mereka.

Sebaliknya, jika Persebaya mampu tampil lebih sabar dan disiplin, mereka memiliki peluang untuk meraih hasil positif. Pertahanan yang sudah terbukti kuat menjadi modal, dan perbaikan transisi bisa menjadi pembeda. Sabtu malam di Jakarta akan menunjukkan apakah Persebaya sudah belajar dari kekalahan di Solo.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru