Pengumuman pensiun Cristiano Ronaldo dari timnas Portugal pada Kamis, 5 November 2026, menutup karier internasional selama 23 tahun — tetapi juga membuka kembali kontroversi dengan pelatih Jorge Jesus.
Ronaldo mengumumkan keputusan itu lewat video di Instagram. Pemain berusia 41 tahun itu mencatatkan 234 caps dan 146 gol bersama Portugal. Selama kariernya, ia membawa Portugal menjuarai Euro 2016 dan dua gelar Nations League. Angka-angka itu menjadikannya salah satu pemain terbesar dalam sejarah timnas Portugal.
Namun, pengumuman itu datang setelah serangkaian peristiwa yang tidak menyenangkan. Ronaldo menyebut Jorge Jesus melanggar kesepakatan dua kali. Perselisihan itu berkaitan dengan laga melawan Norwegia pada September 2026, ketika Ronaldo tidak dimainkan.
Setelah laga itu, Ronaldo meninggalkan kamp latihan. Ia kemudian dijatuhi sanksi berupa larangan 30 hari dan denda 255 euro. Kontroversi inilah yang menjadi latar belakang pengumuman pensiun Ronaldo, dan inilah yang disoroti oleh Ruben Amorim.
Amorim: Legenda Tidak Seharusnya Pergi Seperti Itu
Pelatih Manchester United Ruben Amorim menilai Ronaldo layak mendapat perpisahan yang lebih baik. "Seorang pemain yang merupakan legenda seperti itu tidak seharusnya pergi seperti itu," kata Amorim. Ia menambahkan, "Tidak ada cara yang ideal untuk mengakhiri karier..."
Pernyataan Amorim menunjukkan bahwa ia melihat ada yang tidak beres dalam cara Ronaldo mengakhiri karier internasionalnya. Seorang pemain dengan kontribusi sebesar Ronaldo, menurut Amorim, seharusnya pergi dengan perpisahan yang layak, bukan di tengah perselisihan.
Amorim sendiri mengenal kedua pihak yang berselisih. "Saya mengenal keduanya, dan keduanya tahu... Saya berharap yang terbaik untuk keduanya," ujarnya. Ia tidak mengambil sikap yang memperkeruh keadaan, tetapi ia tetap menyampaikan pandangannya dengan jelas.
Apa Selanjutnya bagi Ronaldo?
Laga perpisahan untuk Ronaldo direncanakan, meskipun belum ada tanggal yang disebutkan dalam artikel. Jika laga itu benar-benar digelar, Ronaldo akan mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pendukung Portugal di lapangan, dengan cara yang lebih pantas.
Terlepas dari kontroversi yang membayangi pengumumannya, warisan Ronaldo tetap besar. Ia bermain untuk Portugal selama 23 tahun, mencetak 146 gol dalam 234 penampilan, dan memenangi Euro 2016 serta dua gelar Nations League.
Pertanyaannya kini bukan lagi soal apa yang sudah dicapai Ronaldo, melainkan bagaimana akhir dari perjalanan itu akan dikenang. Amorim berharap jawabannya adalah perpisahan yang layak bagi seorang legenda, bukan perpisahan yang dibayangi perselisihan.