Nama dua layanan berbagi ikut terseret dalam isu video Kakak vs Adik. Sebagian unggahan mengklaim tautan rekaman berdurasi 17 menit itu beredar di Telegram dan Mediafire, padahal keberadaan videonya sendiri belum pernah terbukti.
Isu ini berawal dari TikTok dan meluas ke X lewat tangkapan layar serta unggahan ulang. Kata kunci "Kakak vs Adik" dan "A Day In My Life" ramai dicari, dengan narasi yang menyebut dua orang "kakak" dan "adik" dalam cuplikan berlatar di dalam mobil. Sosok perempuan berhijab dalam cuplikan yang diklaim beredar menarik perhatian, dan ada pula narasi yang menyebut adegan bersifat dewasa.
Di antara unggahan-unggahan itu, sebagian menyebut durasi yang lebih presisi, yakni 17 menit 33 detik, dengan menampilkan perempuan berkerudung biru di dalam mobil. Sebagian lainnya mengarahkan rasa penasaran publik ke Telegram dan Mediafire, seolah-olah di sanalah video lengkapnya berada.
Klaim Berlapis Tanpa Bukti
Seluruh klaim berlapis itu tidak terverifikasi. Hingga kini belum ada bukti yang dapat memastikan apakah rekaman tersebut benar-benar ada, menampilkan adegan sebagaimana yang diklaim, atau hanya potongan video yang disebarkan ulang dengan narasi tambahan. Tidak ada bukti yang memastikan durasinya 17 menit atau 17 menit 33 detik, dan tidak ada bukti pula bahwa tautan apa pun benar-benar beredar di Telegram maupun Mediafire.
Unggahan yang beredar tidak memuat kejelasan soal sumber, waktu, dan tempat perekaman. Belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keberadaan maupun isi video. Warganet terbelah: ada yang percaya, ada yang ragu dan menduga editan, buatan AI, atau cuplikan lama. Pemicu viralnya tetap sama, yakni penasaran terhadap durasi, kata "kakak" dan "adik" yang sensitif dan provokatif, serta kemasan A Day In My Life.
Mengklik Klaim Link Bisa Berujung Petaka
Tidak ada link resmi untuk video ini, titik. Tautan yang mengklaim menyediakan video lengkap bisa dipakai untuk phishing, menyebarkan malware, dan mencuri data pribadi maupun akun. Jangan membuka link mencurigakan, jangan mengunduh file dari sumber tak dikenal, dan jangan mengisi data pribadi di halaman tak jelas. Menyebarkan konten pribadi atau tuduhan tak terbukti juga dapat merugikan orang lain dan berujung masalah hukum. Publik diminta lebih bijak menyikapi informasi viral dan tidak mudah terpancing judul sensasional.