⌂ Beranda › Tren › Kenapa Saham GOTO Trending? Lonjakan 12,5 Persen dan Pembatalan 32 Miliar Saham Treasuri
Tren

Kenapa Saham GOTO Trending? Lonjakan 12,5 Persen dan Pembatalan 32 Miliar Saham Treasuri

Kenapa Saham GOTO Trending? Lonjakan 12,5 Persen dan Pembatalan 32 Miliar Saham Treasuri
Layar sambutan pencatatan perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, 11 April 2022. • MH1891 / Wikimedia Commons
A A Ukuran Teks16px

Saham GOTO menjadi salah satu pencarian teratas pada Jumat (6/11/2026) setelah bergerak anomali: sempat melonjak 12,50 persen ke Rp27 hingga sekitar pukul 14.30 WIB, dengan nilai transaksi menembus Rp463,26 miliar.

Kenapa disebut anomali? Karena dalam empat hari bursa sebelumnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk itu selalu stagnan di Rp24. Nilai transaksi tertingginya pun hanya Rp115,26 miliar pada 4 November 2026. Pada Jumat siang, nilai transaksinya sudah empat kali lipat dari angka itu.

Kenapa GOTO Tiba-Tiba Melonjak?

Ada dua pemicu utama yang disorot pasar. Pertama, rencana GOTO membatalkan 32 miliar lembar saham treasuri, setara sekitar 2,7 persen dari total saham beredar. Rencana tersebut sudah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menilai langkah ini memberi manfaat nyata bagi pemegang saham karena mengurangi jumlah saham beredar secara permanen. Kedua, perbaikan fundamental perusahaan: laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026, memperpanjang tren laba tiga kuartal berturut-turut.

Perusahaan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp1,21 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 389 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio EV/EBITDA GOTO tercatat sekitar 3,3 kali, jauh di bawah rata-rata perusahaan pembanding yang mencapai 13 hingga 14 kali.

Berapa Diskon Saham GOTO?

Menurut hitungan Abdul Azis, saham GOTO saat ini diperdagangkan dengan diskon sekitar 75 persen dibandingkan perusahaan sejenis berdasarkan pendekatan EV/EBITDA. Angka itu yang membuat sebagian investor menilai saham teknologi ini murah secara valuasi.

Namun harga murah bukan berarti tanpa risiko. Saham GOTO sempat menyentuh level terendah Rp23 pada 15 Oktober 2026 dan sepanjang Oktober 2026 turun sekitar 25 persen. Penguatan satu hari perdagangan belum cukup untuk memastikan saham ini telah keluar dari tren penurunan.

Buyback dan Target Baru Manajemen

GoTo juga masih menjalankan program pembelian kembali saham. Hingga 29 Oktober 2026, perusahaan telah menggunakan sekitar Rp985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar lembar saham, dan masih memiliki alokasi dana sekitar Rp2,5 triliun hingga Juni 2027.

Manajemen menaikkan target EBITDA grup yang disesuaikan sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, dari target sebelumnya Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Pasar kini menunggu apakah lonjakan Jumat lalu berlanjut pada perdagangan Senin atau hanya menjadi anomali satu hari. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham tertentu. Data harga dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru