Pencarian "bursa efek" naik ke jajaran teratas Google Trends Indonesia pada Sabtu pagi, 7 November 2026. Pemicunya adalah perdagangan Jumat, 6 November, yang penuh gejolak: IHSG sempat anjlok hampir 2 persen, lalu berbalik menguat dan ditutup naik 0,40 persen ke level 5.050,43.
Pagi itu, IHSG dibuka di 4.955,83 dan langsung tertekan. Hingga pukul 09.10 WIB, indeks sudah turun 1,41 persen ke 4.960. Pada penutupan sesi pertama, IHSG berada di 4.931,39, turun 98,86 poin atau 1,97 persen, dengan titik terendah harian 4.925,10.
Penyebab tekanan itu datang dari luar negeri. Wall Street terkoreksi dan bursa Asia melemah, terutama saham teknologi. Nikkei di Jepang turun 6,04 persen dan Kospi di Korea Selatan melemah 6,02 persen pada hari yang sama.
Balik Arah di Sesi Kedua
Sesi kedua menjadi titik balik. Pembelian masuk, indeks merangkak naik, dan akhirnya menutup hari di zona hijau dengan kenaikan 20,17 poin. IHSG pun kembali menembus level psikologis 5.000, yang sempat ditinggalkan di sesi pagi.
Meski ditutup menguat, gambaran sepekan masih merah. IHSG turun 0,13 persen dalam sepekan dan 17,12 persen dalam sebulan. Pada Jumat, 231 saham naik, 440 saham turun, dan 292 saham stagnan, dengan nilai transaksi Rp10,27 triliun.
Saham-saham besar menjadi penopang, antara lain Unilever Indonesia yang naik 4,12 persen, Indofood CBP yang naik 3,27 persen, dan Bank Central Asia yang menguat 1,46 persen. Empat saham bahkan melesat hingga batas auto rejection atas, yakni AIMS yang naik 25 persen ke Rp1.175, POLU yang naik 19,93 persen ke Rp8.875, PLAN yang naik 9,76 persen ke Rp45, dan LMAX yang naik 9,68 persen ke Rp68.
