Godzilla Minus Zero adalah film yang membuat penonton terbelah: spektakel visual dan audionya luar biasa megah, tetapi ceritanya justru melempem. Inilah ulasan jujur tentang sekuel terbaru sang raja monster.
Film ini merupakan kelanjutan dari Godzilla Minus One (2023), masih di tangan Takashi Yamazaki sebagai penulis sekaligus sutradara. Dengan durasi 2 jam 15 menit, film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Kisahnya kembali mengikuti Koichi Shikishima dan Noriko Oishi, yang diperankan Ryunosuke Kamiki dan Minami Hamabe. Kini keduanya telah menjadi orang tua, namun ketenangan mereka terganggu oleh tanda hitam atau G-cells di tubuh Noriko yang terus menyebar. Film ini bahkan memainkan kemungkinan paling mengejutkan: Noriko berubah menjadi Godzilla.
Pertarungan yang Dinanti 40 Tahun
Di sisi lain, manusia tidak tinggal diam. Mereka membangun Mecha Godzilla untuk melawan sang monster. Pertemuan Godzilla dan mecha Godzilla ini menjadi yang pertama dalam film Toho selama 40 tahun, dan jelas menjadi momen yang paling ditunggu para penggemar.
Dari segi teknis, Godzilla Minus Zero memang tampil istimewa. Visual dan suara yang dihasilkan melanjutkan reputasi Minus One sebagai pemenang Oscar Best Visual Effects. Ulasan ini bahkan menyebutnya sebagai Godzilla yang paling "Godzilla" dalam beberapa tahun terakhir.
Kelemahan yang Tak Bisa Ditutupi
Tetapi kemegahan itu tidak cukup menutupi kelemahan cerita. Alur dan keputusan para karakternya dinilai lemah serta tidak logis, sehingga film yang seharusnya menegangkan kadang justru membuat penonton bertanya-tanya.
Satu hal yang membuat ulasan ini tetap bertahan adalah naskah yang ditulis Yamazaki sendiri. Sentuhan sang sutradara masih terasa dan menjadi jangkar yang menahan film ini agar tidak tenggelam oleh kelemahannya sendiri.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Godzilla Minus Zero tetap pantas ditonton di bioskop demi spektakelnya. Ulasan ini memberinya rating 4, angka yang merangkum film yang memukau di layar lebar, namun meninggalkan catatan penting soal cerita yang seharusnya bisa lebih kuat. Penonton yang datang demi duel monster raksasa dan efek visual kelas Oscar kemungkinan besar akan pulang dengan puas, meski cerita film ini meninggalkan sejumlah pertanyaan.
