Bagi penonton yang mencari drama dengan ketegangan tanpa henti, Fjord mungkin terasa lambat. Ulasan film ini justru menilai ketenangan itu sebagai kekuatan: dengan durasi sekitar 2,5 jam, karya Cristian Mungiu tersebut membangun emosi secara perlahan hingga terasa dalam.
Film ini berpusat pada keluarga Gheorghiu dan perjuangan mereka merebut kembali anak-anak di tengah sengketa hak asuh lintas negara. Ceritanya terinspirasi secara longgar dari kasus nyata, dan dari konflik keluarga itu muncul pertanyaan yang lebih besar tentang budaya, politik, dan agama yang berbeda-beda.
Dokumenter yang Menyamar sebagai Drama
Gaya Fjord digambarkan nyaris seperti dokumenter. Tidak ada adegan yang dipaksakan menjadi dramatis; ketegangan justru lahir dari situasi sehari-hari yang diamati dengan sabar. Sinematografi Tudor Vladimir Panduru memperkuat kesan itu, dengan gambar yang terasa dingin sekaligus dekat dengan para tokohnya.
Akting yang Menahan Emosi
Sebastian Stan dan Renate Reinsve disebut sebagai penopang utama film ini. Keduanya memainkan emosi yang ditahan, bukan diluapkan, sehingga perjuangan keluarga tersebut terasa nyata dan tidak berlebihan. Atas keseluruhan pencapaiannya, ulasan ini memberi Fjord nilai 4.
Fjord dibahas dalam kaitan sesi pembuka Jakarta World Cinema (JWC) 2026. Artikel ini adalah ulasan penilaian, berbeda dari artikel sinopsis Fjord yang sudah terbit pada hari yang sama.