Perjalanan kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto kini sampai pada tahap penyidikan. Setelah laporan masuk pada September lalu, polisi menyiapkan pemeriksaan lanjutan bagi sejumlah pihak, termasuk Betrand Peto sebagai saksi.
Kronologinya dimulai pada 12 September, ketika laporan dibuat ke Polda Metro Jaya. Peristiwa yang dituduhkan disebut berlangsung di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dua hari kemudian, pada 14 September, pelapor disebut menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
Penyidikan dan Rencana Pemeriksaan Ulang
Pada 27 Oktober 2026, perkara ini naik ke tahap penyidikan. Juru bicara kepolisian, AKBP Onkoseno, menyebut pemeriksaan lanjutan akan digelar untuk melengkapi bukti. Selain Betrand Peto, pelapor dan para saksi juga akan diperiksa kembali.
Polisi mengklaim sudah memeriksa 11 saksi sejauh ini. Bukti yang disebut telah disita mencakup hasil visum, rekaman CCTV, dokumentasi luka, dan percakapan media sosial. Perlu ditegaskan, seluruh tuduhan dalam kasus ini masih bersifat dugaan dan belum diputus oleh pengadilan.
Sikap Betrand Peto
Betrand Peto membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan akan kooperatif dan mengikuti proses pemeriksaan sesuai jadwal penyidik. Kelanjutan perkara ini kini bergantung pada hasil pemeriksaan ulang dan kelengkapan alat bukti yang dikumpulkan.