Nama RANS kembali menjadi bahan pencarian teratas pada Selasa, 3 November 2026, setelah sahamnya menyentuh level Rp101 pada perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Senin, 2 November 2026, saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) sempat menyentuh Rp101 di awal perdagangan, sebelum ditutup sesi pertama di Rp105 atau turun 2,78 persen. Rentang pergerakannya hari itu berada di Rp101 hingga Rp109, dengan nilai transaksi sekitar Rp3,80 miliar.
Level Rp101 itu terasa simbolis karena saham RANS sudah lama menjauhi harga IPO-nya. Emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 di harga Rp170 per saham, sempat melesat ke Rp228 di hari pertama, dan mencapai puncak Rp272 pada 15 Juli 2026. Sejak itu, koreksinya mencapai sekitar 57 persen, dan kapitalisasi pasarnya menyusut dari sekitar Rp3,4 triliun menjadi sekitar Rp1,49 triliun.
Efek domino polemik Bundaran HI
Gelombang pencarian soal RANS tidak bisa dilepaskan dari polemik sepekan terakhir. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, Raffi Ahmad menuai kritik karena hadir dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI. Seruan boikot pun menyebar di media sosial.
Dampaknya terasa pada RANS Carnival yang digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Sejumlah pengisi acara dan tenant memutuskan mundur, sehingga acara tersebut berjalan dalam sorotan. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Raffi mengklarifikasi bahwa dirinya hadir hanya sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara.
Namun benang merah antara polemik dan harga saham tidak sesederhana itu. Tren pelemahan RANS sudah berlangsung jauh sebelum polemik mencuat, dan laporan keuangan semester I-2026 pun menunjukkan pendapatan turun 13,2 persen menjadi Rp149 miliar, meski laba bersih naik 12,5 persen menjadi Rp25,6 miliar. Sentimen bisa mempercepat penurunan, tetapi fondasi kinerja tetap menjadi bagian dari cerita.