Kata kunci ihsg turun ramai dicari pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah IHSG yang dibuka menguat justru berbalik anjlok pada sesi pertama perdagangan.
Ceritanya bermula dari pembukaan yang menjanjikan. IHSG dibuka di level 5.305,20, naik 0,43 persen dari penutupan sebelumnya 5.282,31, dan sempat menyentuh 5.320,90. Banyak yang mengira pasar akan melanjutkan penguatan, tetapi arah berbalik cepat.
Belum pukul 10.00 WIB, indeks sudah jatuh ke bawah 5.200. Sesi pertama akhirnya ditutup di 5.142,82, turun 139,49 poin atau 2,64 persen, dengan titik terendah sesi di 5.135,52. Transaksi sesi pertama bernilai Rp5.663,48 miliar.
Mengapa pasar berbalik arah
Salah satu pemicunya datang dari Amerika Serikat. The Federal Reserve menahan suku bunga di kisaran 3,75 hingga 4,00 persen lewat keputusan yang tidak bulat, dengan dua pejabat mendukung kenaikan. Sinyal bahwa inflasi masih tinggi membuat pasar global cenderung berhati-hati.
Faktor penanti berikutnya adalah data inflasi PCE Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Kamis malam waktu Indonesia. Data ini penting karena menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga selanjutnya.
Di dalam negeri, isu seputar penilaian MSCI terhadap pasar modal Indonesia masih menjadi latar yang membebani. Otoritas pasar modal menyatakan akan menindaklanjuti masukan MSCI dan melanjutkan reformasi, termasuk soal keterbukaan kepemilikan saham dan aturan free float minimum yang lebih tinggi.
Yang jelas, angka 2,64 persen itu adalah koreksi sesi pertama, bukan penutupan akhir hari. Pergerakan sesi kedua masih bisa mengubah gambaran penutupan IHSG pada Kamis ini.