⌂ Beranda › Tren › Rupiah Ketinggalan Penguatan Mata Uang Asia, Arah The Fed Jadi Penentu Pergerakan Hari Ini
Tren

Rupiah Ketinggalan Penguatan Mata Uang Asia, Arah The Fed Jadi Penentu Pergerakan Hari Ini

Rupiah Ketinggalan Penguatan Mata Uang Asia, Arah The Fed Jadi Penentu Pergerakan Hari Ini
ekonomi • anna-tarazeivh/unplash
A A Ukuran Teks16px

Rupiah menjadi sorotan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Setelah melemah pada perdagangan Selasa, pergerakan mata uang Garuda hari ini sangat bergantung pada arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang rapatnya digelar pekan ini.

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, rupiah melemah 0,12 persen ke Rp18.156 per dolar AS. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga turun ke Rp18.139 per dolar AS dari Rp18.116 sebelumnya. Posisi ini melanjutkan pelemahan Senin, 26 Oktober 2026, ketika rupiah ditutup di Rp18.130 per dolar AS atau turun 55 poin.

Sejumlah ulasan pasar menyebut rupiah tertinggal dari penguatan mata uang di kawasan Asia. Salah satu penyebabnya adalah tingginya konversi simpanan rupiah ke valuta asing, ditambah tekanan di pasar saham dan obligasi domestik.

Menunggu Sinyal dari The Fed

The Fed diperkirakan luas akan menahan suku bunga pada rapat pekan ini. Data CME Group menunjukkan probabilitas sekitar 90 persen untuk skenario tersebut, sementara 10 persen sisanya memperkirakan kenaikan suku bunga. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Di sisi lain, harga minyak dunia yang melemah dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS dinilai dapat membatasi pelemahan rupiah lebih lanjut. Ekonom Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan rupiah pada Selasa bergerak dalam kisaran Rp18.130 hingga Rp18.180 per dolar AS.

Catatan untuk Pembaca

Perlu ditegaskan, angka Rp18.156 per dolar AS adalah posisi penutupan perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, bukan kurs pembukaan hari ini. Kurs pada Rabu ini masih bergerak mengikuti perdagangan yang sedang berjalan dan hasil rapat The Fed.

Bank Indonesia sendiri telah menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen sejak 22 Oktober 2026, setelah sebelumnya tiga kali memangkas suku bunga. Langkah itu diambil dengan prioritas menjaga stabilitas rupiah, yang sepanjang tahun ini menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru