⌂ Beranda › Tren › Kenapa Perlinsos Kemensos Trending? Bansos Digital, IKD, dan Cara Ceknya
Tren

Kenapa Perlinsos Kemensos Trending? Bansos Digital, IKD, dan Cara Ceknya

Kenapa Perlinsos Kemensos Trending? Bansos Digital, IKD, dan Cara Ceknya
Pembagian bansos dari pemerintah desa Baturetno, Kabupaten Malang • Wikimedia Commons
A A Ukuran Teks16px

Pencarian soal perlinsos.kemensos.go.id melonjak karena banyak warga baru sadar portal bansos terbaru Kementerian Sosial itu hanya bisa dibuka dengan KTP digital, sementara bansos tunai digital dijadwalkan mulai disalurkan 10 November 2026.

Portal Perlinsos di perlinsos.kemensos.go.id adalah layanan resmi Kementerian Sosial untuk program Perlinsos Digital. Login ke portal ini dikunci dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD): pengguna memasukkan NIK dan PIN IKD, lalu menjalani verifikasi wajah.

Data terbaru menyebutkan hingga 23 Oktober 2026 sudah 13,2 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital. Namun pendaftaran saja belum cukup, karena status berhak menerima bantuan masih ditentukan lewat verifikasi data.

Kenapa Banyak yang Mencari Portal Ini?

Alasan utamanya adalah jadwal penyaluran bansos tunai secara digital mulai 10 November 2026, dengan dana yang ditransfer langsung ke rekening penerima. Banyak warga ingin memastikan namanya terdaftar sebelum tanggal itu tiba, lalu mendapati pintu masuk portalnya memakai IKD.

Bagi yang belum punya KTP digital, ada tiga jalur alternatif. Pertama, situs cekbansos.kemensos.go.id yang tidak meminta login atau IKD, cukup nama lengkap sesuai KTP dan alamat wilayah. Kedua, aplikasi Cek Bansos. Ketiga, dibantu Agen Perlinsos di desa dan kelurahan.

Bansos Apa Saja yang Cair?

Penyaluran PKH dan BPNT tahap keempat mencakup alokasi Oktober, November, dan Desember 2026. BPNT diberikan Rp200.000 per bulan, sehingga total Rp600.000 untuk satu tahap, dan disalurkan ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera atau melalui PT Pos Indonesia.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan beras 30 kilogram untuk 33,2 juta keluarga yang masuk desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data penerima ini dimutakhirkan setiap triwulan, sehingga penerima tahap sebelumnya belum tentu tercatat lagi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan evaluasi Kementerian Sosial menemukan sekitar 45 persen data penerima PKH dan bantuan sembako tidak tepat sasaran. Temuan itu menjadi alasan pemutakhiran data terus dilakukan.

Yang Perlu Diwaspadai

Pemerintah tidak menetapkan satu tanggal pencairan yang berlaku serentak. Dana masuk bertahap, sehingga waktu penerimaan bisa berbeda antar daerah. Status yang tampil di situs cek bansos menunjukkan kepesertaan, bukan tanggal dana masuk rekening. Warga juga diingatkan untuk hanya memakai alamat resmi berakhiran go.id. Situs dengan akhiran lain patut dicurigai. Pengecekan resmi tidak memungut biaya, dan warga diminta tidak memberikan NIK, OTP, PIN, atau data kartu kepada pihak yang mengaku petugas melalui pesan singkat maupun tautan tidak resmi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru