Kisah Mitchell Baker bisa dibaca sebagai kronologi kesabaran: tiga tahun dari pertama kali dilirik, melewati masa tanpa balasan, hingga akhirnya satu email membuka pintu Timnas Indonesia.
Baker, striker muda Skuad Garuda kelahiran Melbourne, Australia, 11 Desember 2006, menceritakan perjalanannya dalam wawancara dengan media Eropa Tribuna, sebagaimana dikutip Tribunnews. Garis waktunya layak diurai tahap demi tahap.
2023: Klip Video dan Tagar Suporter
Pada 2023, saat masih SMA, akun sepak bola Indonesia bernama Indoblood menghubungi Baker untuk membagikan beberapa cuplikan permainannya. Dampaknya tidak langsung berupa panggilan timnas, tetapi suporter Indonesia mulai menandai akun pelatih timnas dan mengusulkan Baker dipertimbangkan untuk timnas kelompok umur. Kesadaran bahwa peluang itu ada mulai tumbuh dari sini.
2024: Usaha yang Belum Berhasil
Setahun kemudian, Baker mencoba menghubungi beberapa akun media sosial yang aktif membahas sepak bola Indonesia. Upaya itu belum berhasil pada saat itu. Tidak ada perkembangan langsung, tetapi Baker tetap menyimpan kemungkinan tersebut.
2026: Email, Pemusatan Latihan, dan Keputusan Empat Hari
Pada April 2026, Baker mengambil langkah paling langsung: mengirim email kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Hasilnya, ia diundang ke pemusatan latihan pada Mei 2026.
Saat itu ia kuliah di Georgetown University di Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan ujian pada Mei 2026, ia dijadwalkan magang di Wall Street. Namun, dengan pemberitahuan hanya empat hari sebelumnya, ia justru terbang ke Indonesia untuk memulai proses naturalisasi. Ia resmi menjadi warga negara Indonesia pada 13 Juli 2026.
Debutnya terjadi pada 27 Juli 2026 melawan Kamboja di Piala AFF 2026, dengan hattrick dalam kemenangan 5-1 Indonesia. Catatan yang disebutkan dalam artikel adalah sembilan gol dari delapan penampilan untuk timnas.
Haaland sebagai Inspirasi, Bukan Cetakan
Baker dijuluki Erling Haaland-nya Indonesia. Ia mengakui selebrasinya terinspirasi Haaland, sekaligus menegaskan ingin membuat penghormatannya sendiri. Ia mempelajari pergerakan Haaland, terutama menemukan ruang di antara bek lawan dan memanfaatkan peluang di kotak penalti, sambil membangun identitasnya sendiri sebagai striker.
Ia juga ambil bagian dalam gelar FIFA ASEAN Cup 2026 pada September hingga Oktober 2026, yang mengakhiri penantian 35 tahun gelar level senior sejak emas SEA Games 1991 di Manila. Di turnamen itu ia bermain empat kali, termasuk mencetak lima gol dalam kemenangan 9-2 atas Bangladesh. Klub Baker, isi email kepada Herdman, dan instrumen hukum naturalisasi yang tepat tidak disebutkan dalam artikel sumber.