Di tengah jadwal yang menumpuk, Borneo FC membawa satu misi jelas ke Bantul: melanjutkan tren kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta.
Pertandingan pekan ke-8 Super League 2026/2027 itu akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu, 1 November 2026, sore hari. Borneo tiba dengan kemenangan 2-1 atas PSS Sleman di kantong, tetapi juga dengan kaki-kaki yang baru saja bekerja ekstra keras.
Hitungannya sederhana dan berat sekaligus. Dalam 10 hari, tim asuhan Mauro Jeronimo memainkan tiga pertandingan, termasuk kewajiban di AFC Challenge League 2026. Jeda dari laga di Sleman hanya empat hari, dan perjalanan tandang menambah beban pemulihan pemain.
Strategi Jeronimo: Rotasi dan Kerja Keras
Jeronimo tidak mengeluh, tetapi ia juga tidak meremehkan situasi. Pelatih asal Spanyol itu menjadikan rotasi pemain sebagai strategi utama agar skuad memiliki tenaga yang lebih segar. "Tentu saja, kemenangan selalu menjadi motivasi. Perlu diingat bahwa kami baru saja menjalani tiga pertandingan dalam 10 hari, ditambah dengan perjalanan. Kami juga mencoba melakukan rotasi pemain agar tim memiliki tenaga yang lebih segar," katanya.
Pesan keduanya bersifat introspektif. Menurut Jeronimo, performa tim belum mencapai level terbaik dan masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, mengingat musim masih awal. Kerja keras, kata dia, adalah jalan untuk menjadi tim yang lebih baik.
Hugo Samir dan Gol Menit ke-75
Kemenangan atas PSS punya nama yang patut dicatat: Hugo Samir. Pemain yang sebelumnya memperkuat Persik Kediri itu mencetak gol kedua Borneo pada menit ke-75, gol yang memastikan tiga poin setelah PSS sempat memperkecil ketertinggalan. "Setiap pertandingan penting buat kita tentunya. Yang terutama tapi saya bersyukur karena kita bisa mendapatkan tiga poin di sini," ujar Hugo Samir.
Secara klasemen, Borneo berada di peringkat ke-12 dengan sembilan poin dari enam laga, sementara PSIM menempati peringkat ke-17 dengan dua poin dari tujuh laga, di zona merah. Namun Jeronimo menegaskan kunci di Bantul bukan sekadar posisi klasemen, melainkan kebugaran, peningkatan kualitas permainan, dan konsistensi di tengah jadwal padat.
"Jelas, ketika semua pengorbanan terbayar dengan raihan tiga poin, hal itu memberikan dorongan semangat bagi kami untuk pertandingan berikutnya," kata Jeronimo, dan itulah yang ingin diulangi Pesut Etam di Stadion Sultan Agung.
