Tiga gol dalam 15 menit seharusnya menjadi malam perayaan bagi Cristiano Ronaldo, tetapi hattrick itu justru membuka perdebatan tentang kualitas pertahanan Liga Arab Saudi.
Al Nassr menang 5-3 atas Al Kholood pada Liga Arab Saudi 2026/2027, Jumat, 30 Oktober 2026, dini hari WIB, di Stadion Al Awwal Park, Riyadh. Ronaldo memborong tiga gol, sedangkan Angelo Gabriel dan Sadio Mane masing-masing menyumbang satu gol.
Secara statistik, malam itu memperpendek jarak Ronaldo menuju 1.000 gol menjadi hanya 15 gol lagi. Ia juga naik ke peringkat kedua daftar top skor dengan delapan gol, lima gol di belakang Ivan Toney sebagai top skor sementara.
Apa yang Sebenarnya Dikatakan Al Deayea?
Perdebatan ini bersumber dari Mohammad Al Deayea, mantan kiper timnas Arab Saudi dan Al Hilal. Opini kontroversialnya dapat diringkas sebagai berikut: bukan Ronaldo yang hebat, melainkan pertahanan tim-tim Liga Arab Saudi saja yang buruk. Penting untuk menempatkan pernyataan itu pada tempatnya: itu adalah opini Al Deayea, bukan temuan fakta yang ditetapkan oleh artikel maupun liga.
Menariknya, Al Deayea tidak selalu bernada sama. Ia sebelumnya meragukan Ronaldo mampu mencapai 1.000 gol karena faktor usia dan kebutuhan mencetak gol konsisten selama beberapa musim. Ketajaman Ronaldo yang tak berkurang dan tekadnya bermain di level tertinggi kemudian membuatnya melunak, dan ia mengakui peluang itu tetap terbuka berkat kondisi fisik serta tekad sang kapten timnas Portugal.
Namun dalam program televisi Dorena Ghair, Al Deayea tetap mengajukan syaratnya: "Jika Ronaldo tidak mencetak 15 gol sebelum jeda musim dingin, ia tidak akan menembus batas 1.000 gol." Ia menambahkan, "Ronaldo akan mencapai seribu gol selama kita punya tim-tim yang pertahanannya seperti itu."
Mengapa Komentar Itu Ramai Dibahas?
Komentar tersebut memicu diskusi tentang kualitas kompetisi Liga Arab Saudi. Kemudahan memperoleh peluang mencetak gol menjadi salah satu aspek yang disorot dalam perjalanan Ronaldo menuju rekor, tetapi diskusi itu berangkat dari opini seorang legenda, bukan dari putusan resmi.
Di papan klasemen sementara, Al Nassr mengoleksi 28 poin di peringkat kedua, sama dengan pemuncak Al Qadisiyah, yang telah bermain 12 laga, satu lebih banyak dari Al Nassr. Al Hilal berada di peringkat ketiga dengan 27 poin dari 10 laga, di bawah pelatih Simone Inzaghi.