⌂ Beranda › Tren › Kritik Berulang Roy Keane untuk Carrick: Dari 2014, 2026, hingga Ujian Chelsea
Tren

Kritik Berulang Roy Keane untuk Carrick: Dari 2014, 2026, hingga Ujian Chelsea

Kritik Berulang Roy Keane untuk Carrick: Dari 2014, 2026, hingga Ujian Chelsea
Manchester United Kantongi Lima Calon Pengganti Sesko, Satu Bek Kiri Juga Diincar • Arne Müseler / Wikimedia Commons
A A Ukuran Teks16px

Kritik Roy Keane terhadap Michael Carrick bukan hal baru, tetapi pernyataan terbarunya kembali menegaskan satu penilaian: Carrick dinilai belum cukup bagus memimpin Manchester United jangka panjang.

Jejak kritik itu membentang lebih dari satu dekade. Pada 2014, Keane mengomentari kurangnya antusiasme Carrick setelah penampilannya di Liga Champions melawan Olympiacos. Pada Januari 2026, ketika Carrick kembali ke Old Trafford sebagai pelatih interim, Keane kembali melontarkan sindiran. Kini, di tengah laju buruk MU, Keane mengulang keraguannya secara terbuka.

"Ketika dia mendapatkan pekerjaan itu tahun lalu dan Carrick masuk ke sana, kami mengatakan sejak hari pertama bahwa kami tidak berpikir dia mungkin cukup baik untuk jangka panjang," kata Keane, dikutip dari teamTALK.

Konteks: MU Tanpa Kemenangan Sejak Awal September

MU belum pernah menang di semua kompetisi sejak awal September, dan kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir, yang keduanya berakhir kekalahan. Posisi Carrick sempat dibahas manajemen klub, tetapi ia akhirnya tetap dipercaya memimpin tim melawan Chelsea pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Argumen Keane bukan sekadar soal hasil. Menurutnya, menangani beberapa pertandingan berbeda dengan memimpin klub besar selama satu musim penuh, dengan tanggung jawab atas pramusim, ekspektasi klub, dan perekrutan pemain. "Anda harus mengelola klub sepak bola, pramusim, ekspektasi, perekrutan," ujarnya.

Tanggung Jawab yang Dipersoalkan

Keane menyoroti hasil positif Carrick musim sebelumnya, yang membuat banyak pihak mendukung pemberian kepercayaan lebih besar. Namun ketika hasil buruk datang, tanggung jawab dipandang dialihkan ke pihak lain. "Tiba-tiba, mereka tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Oh, ini salah dewan direksi, ini salah Jason Wilcox. Ini salah orang lain," kata Keane.

Ia juga mengkritik staf pelatih Carrick, yakni Jonny Evans, Jonathan Woodgate, dan Steve Holland, yang menurutnya harus ikut bertanggung jawab. "Michael Carrick, staf pelatihnya, Jonny Evans, Jonathan Woodgate, Steve Holland, mereka beruntung masih terlibat di Manchester United," ujar Keane.

Tuntutannya pun jelas: "Mereka harus berani dan mulai meraih hasil pada hari Sabtu. Raih hasil di Chelsea." Laga melawan Chelsea itu kini menjadi ujian apakah Carrick benar-benar layak menjadi pelatih Manchester United, di mata salah satu kritikus paling vokal dalam sejarah klub.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru