⌂ Beranda News Review Spider-Man: Long Way Home #1 – Sinergi Film yang Berhasil

Review Spider-Man: Long Way Home #1 – Sinergi Film yang Berhasil

Review Spider-Man: Long Way Home #1 – Sinergi Film yang Berhasil
A A Ukuran Teks16px

Sinergi film seringkali menjadi momok bagi penggemar komik.

Selama lebih dari satu dekade, film superhero mendominasi bioskop dan mengubah karakter-karakter yang sebelumnya tidak dikenal menjadi nama besar.

>>> Nintendo Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kebocoran Data

Sayangnya, banyak yang hilang atau berubah dalam proses adaptasi, sehingga memaksa karakter komik meniru versi film seringkali membuat penggemar marah dan cerita menjadi lebih buruk.

Kekhawatiran itulah yang muncul saat Marvel mengumumkan miniseri Spider-Man: Long Way Home.

Namun, edisi pertama ini membuktikan bahwa ia mampu berdiri sendiri meskipun jelas-jelas dibuat untuk memanfaatkan popularitas film Spider-Man: Brand New Day.

Dengan alur cerita rumit yang ditulis Johnathan Hickman dan Adam Kubert, serta gambar padat aksi dari Kubert, komik ini menjadi awal yang fantastis.

Tiga Protagonis, Satu Cerita

Cerita dimulai dengan Bruce Banner yang sedang melakukan pengakuan dosa kepada seorang pastor, lalu beralih ke hutan. Tim operasi hitam Punisher ditugaskan masuk ke pangkalan A.

I. M.

untuk mengambil teknologi super canggih, sementara HYDRA juga mengincarnya.

Situasi menjadi rumit ketika muatan tersebut ternyata adalah Cosmic Cube buatan manusia, dan Hulk yang haus darah ikut campur.

Spider-Man dipanggil oleh SHIELD, meskipun ia sadar dirinya tidak seimbang.

Ketiga protagonis mendapat sorotan masing-masing dengan alasan berbeda untuk berada di sana. Komik ini menyeimbangkan ketegangan yang terus meningkat dengan pengembangan karakter yang impresif.

>>> Stupid Never Dies: Game Aksi Konyol dari Mantan Developer Devil May Cry

Perpaduan antara horor dan komedi terasa pas, dengan tone yang kuat tanpa terkesan konyol. Adegan Hulk dari sudut pandang Punisher benar-benar menakutkan.

Kekurangan utamanya adalah komik ini dipasarkan sebagai buku Spider-Man besar, tetapi ia hampir tidak muncul di edisi ini.

Perannya terasa dipaksakan dan paling kurang berkembang.

Seni yang Padat dan Memukau

Seni Kubert benar-benar luar biasa dalam hal kepadatan.

Hampir setiap halaman memiliki banyak panel yang masing-masing mendorong plot ke depan, dengan tata letak unik yang menciptakan perasaan tertekan dan terperangkap.

Panel halaman penuh dan dua halaman terasa lebih berdampak. Gambar Hulk yang memegang seorang pria setelah merobek kakinya sangat mengerikan.

Pujian khusus untuk letterer Ariana Maher. Efek suara yang beragam hampir membanjiri halaman, menambah drama dan ketegangan.

Halaman saat tim Punisher melarikan diri dan menembaki Hulk adalah salah satu onomatopeia terbaik dalam beberapa bulan terakhir.

Secara keseluruhan, edisi ini jelas merupakan edisi pengantar yang mencoba memanfaatkan film, tetapi menawarkan cerita yang sangat menghibur.

Satu-satunya yang perlu dilakukan adalah mengembangkan ketiga protagonis, dan saya yakin tim kreatif ini mampu melakukannya.

>>> Mike Myers Konfirmasi Austin Powers 4 Sedang Dikerjakan

Jika ingin disebut buku Spider-Man, maka edisi mendatang harus menampilkan lebih banyak aksi Spider-Man.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru