Nintendo akhirnya angkat bicara terkait insiden kebocoran data yang melibatkan grup peretas ShadowByt3$.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 16 Juni, Nintendo of America mengonfirmasi bahwa sistem mereka tidak dibobol.
>>> Stupid Never Dies: Game Aksi Konyol dari Mantan Developer Devil May Cry
Hanya data karyawan yang terdampak, sementara data pelanggan dan keuangan tetap aman.
Sebelumnya, ShadowByt3$ mengklaim telah mencuri hampir 1 GB data internal Nintendo dan meminta tebusan sebesar $2 juta.
Mereka mengaku mengeksploitasi TinyPulse, layanan pihak ketiga yang digunakan Nintendo untuk survei karyawan.
Data yang disebut dicuri mencakup laporan dari 2016 hingga 2026, termasuk nama, surel, survei, laporan analitik, pernyataan bank, dan formulir W-9.
>>> Mike Myers Konfirmasi Austin Powers 4 Sedang Dikerjakan
Nintendo Minimalkan Dampak Kebocoran
Nintendo menyatakan bahwa data yang bocor terbatas pada konten survei internal dan sebagian besar informasi sudah berusia beberapa tahun.
Perusahaan juga bekerja sama dengan TinyPulse untuk mengatasi masalah ini dan akan mengambil tindakan yang diperlukan bersama karyawan yang terdampak.
Kebocoran ini diperkirakan tidak akan menghasilkan bocoran game besar seperti yang terjadi pada teraleak sebelumnya. Sistem yang diretas adalah program SDM, bukan sistem pengembangan game.
>>> Tiket Early Screening Spider-Man: Brand New Day Ludes Terjual
Meski demikian, Nintendo tetap perlu meningkatkan keamanan untuk melindungi karyawan dan mencegah insiden serupa di masa depan.
