Stupid Never Dies adalah game aksi roguelike yang mengusung tema 'funky zombie' dan menjanjikan keseruan konyol.
Game ini dikembangkan oleh GPTrack50, studio baru yang dipimpin Hiroyuki Kobayashi, veteran di balik franchise Resident Evil dan Devil May Cry.
>>> Mike Myers Konfirmasi Austin Powers 4 Sedang Dikerjakan
Saya berkesempatan mencoba langsung game ini di Summer Game Fest dan berbincang dengan para pengembangnya.
Stupid Never Dies pertama kali diumumkan pada Desember lalu melalui video musik, dan baru tahun ini kita mendapat gambaran lebih jelas tentang gameplay-nya.
Cerita game ini mengikuti Davy, seorang zombie rendahan yang jatuh cinta pada seorang gadis manusia yang membeku.
Untuk membangunkannya, Davy harus menyelami dungeon yang penuh monster dan mengalahkan Raja Monster—bukan Godzilla, kata pengembang.
Davy melakukan dungeon crawl, mengalahkan bos, kembali ke Dr. Frank, dan mengulanginya lagi.
Setiap kali menyelam, ia memulai dari level 1, namun progresinya semakin cepat dan bertumpuk seiring waktu.
>>> Tiket Early Screening Spider-Man: Brand New Day Ludes Terjual
Ada 10 tipe monster yang bisa Davy ubah dengan menggigit Core mereka, mirip kemampuan Mystique.
Namun, pemain tidak bisa berganti seenaknya; hanya bisa memilih set terbatas dan harus memutuskan mana yang dipertahankan atau diganti.
Saya sendiri berganti-ganti antara Davy zombie, Harpy untuk serangan jarak jauh, dan Werewolf untuk pertarungan jarak dekat hingga berhasil mengalahkan salah satu bos.
Game ini tidak terlalu sulit, tapi memiliki skill ceiling yang tinggi.
Salah satu developer menunjukkan misi lanjutan dengan variasi monster dan kemampuan yang jauh lebih luas. Performanya membuat saya terkesan, meski ia sudah bertahun-tahun mengerjakan game ini.
Satu hal yang mengganjal adalah sistem lock-on musuh. Mengarahkan serangan kadang sulit, menyebabkan serangan meleset.
>>> Pencipta Absolute Universe Ungkap Rencana untuk Dua Robin Baru
Jika diperbaiki sebelum rilis musim gugur ini, Stupid Never Dies bisa menjadi game aksi yang hebat.