⌂ Beranda News Manga Horor Legendaris The Drifting Classroom Belum Pernah Diadaptasi ke Anime

Manga Horor Legendaris The Drifting Classroom Belum Pernah Diadaptasi ke Anime

Manga Horor Legendaris The Drifting Classroom Belum Pernah Diadaptasi ke Anime
Ilustrasi: Manga Horor Legendaris The Drifting Classroom Belum Pernah Diadaptasi ke Anime
A A Ukuran Teks16px

Dunia anime sering kali kurang mengeksplorasi genre horor, padahal Hollywood sukses besar dengan film-film seram.

Salah satu manga horor paling menakutkan sepanjang masa, The Drifting Classroom, bahkan belum pernah diadaptasi menjadi anime.

>>> Star Wars: The Ninth Jedi Raih Skor Sempurna di Rotten Tomatoes

Manga ini pertama kali terbit pada 1972 dan berlangsung selama dua tahun, menghadirkan kisah horor kosmik yang tak lekang oleh waktu.

Karya Kazuo Umezu ini mengisahkan sebuah sekolah dasar yang tiba-tiba terlempar ke lingkungan yang mengerikan.

Para siswa, guru, dan bangunan sekolah terteleportasi ke lokasi baru yang hanya dikelilingi pasir. Mereka segera menyadari bahwa kehidupan baru mereka penuh dengan ancaman yang membingungkan.

Horor yang Sesungguhnya

The Drifting Classroom memiliki banyak kemiripan dengan Lord of the Flies karya William Golding.

Para siswa yang selamat harus berjuang untuk bertahan hidup bersama di tengah situasi yang tidak menentu.

Meskipun ada kelabang raksasa, robot pembunuh, dan makhluk mirip laba-laba, faktor seperti kelaparan, kehausan, penyakit, ketidakpercayaan, dan kekuasaan justru menjadi horor yang paling menakutkan.

Kisah ini mengikuti perjalanan Sho dan teman-teman sekelasnya yang terkutuk, mencoba mencari tahu apa yang terjadi dan menemukan cara untuk kembali ke dunia mereka.

Mereka harus berjuang menjaga kewarasan, saling percaya, dan mencari sumber daya untuk bertahan hidup.

>>> Serial Kriminal ABC 9 Episode Berdasarkan Buku Naik Peringkat Streaming Global

Para guru yang ikut terlempar justru sering menjadi penghalang daripada penolong. Umezu dengan cerdik menjalin berbagai alur cerita yang membuat pembaca terus bertanya-tanya.

Seperti The Thing karya John Carpenter, The Drifting Classroom memiliki rasa isolasi dan kesepian yang membuat horornya semakin terasa.

Ketika anak-anak harus mencari tahu segalanya sendiri, ketakutan menjadi lebih mengena.

Adaptasi Live-Action yang Kurang Memuaskan

Alih-alih anime, The Drifting Classroom justru mendapat dua adaptasi live-action. Film pertama dirilis pada 1987 dengan mengubah sekolah menjadi sekolah internasional, menyimpang jauh dari horor sumbernya.

Kemudian pada 2002, The Long Love Letter menampilkan interpretasi yang sangat berbeda dengan menghadirkan siswa yang lebih tua.

Kedua adaptasi ini kurang berhasil menangkap esensi horor manga aslinya.

The Drifting Classroom dianggap sebagai salah satu manga terhebat sepanjang masa, baik horor maupun bukan.

Kisahnya yang terasa abadi dan mencekam layak untuk diadaptasi menjadi anime, baik sebagai serial televisi maupun film.

>>> Film Aksi Taylor Sheridan Sicario Kembali Populer di HBO Max

Bagi yang ingin membaca manga ini, Viz Media telah menyediakannya dalam platform berlangganan. Tersedia juga tiga volume fisik yang bisa dibeli, menawarkan pengalaman membaca yang mendebarkan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru