⌂ Beranda News Prey: Kembalinya Waralaba Predator yang Diakui sebagai Mahakarya

Prey: Kembalinya Waralaba Predator yang Diakui sebagai Mahakarya

Prey: Kembalinya Waralaba Predator yang Diakui sebagai Mahakarya
Ilustrasi: Prey: Kembalinya Waralaba Predator yang Diakui sebagai Mahakarya
A A Ukuran Teks16px

Empat tahun lalu, tepatnya pada 5 Agustus 2022, waralaba fiksi ilmiah horor ikonik kembali dengan sebuah mahakarya yang langsung tayang di platform streaming.

Film tersebut adalah Prey, prekuel dari seri Predator yang berhasil menyelamatkan waralaba yang sempat terpuruk oleh sekuel dan reboot yang buruk.

>>> Spider-Man: Brand New Day Diproyeksikan Jadi Film ke-8 yang Tembus US$2 Miliar

Kegagalan kritis Scream 7 membuktikan bahwa tidak ada waralaba horor yang bisa mempertahankan popularitasnya selamanya. Namun, Prey justru menjadi pengecualian yang menyegarkan.

Prey: Prekuel Predator yang Tayang di Streaming pada 5 Agustus 2022

Disutradarai oleh Dan Trachtenberg yang dikenal lewat 10 Cloverfield Lane, Prey menghadirkan premis yang berbeda.

Latarnya dipindahkan ke Northern Great Plains pada tahun 1719, di mana Naru, seorang wanita muda dari suku Comanche, harus berhadapan dengan Predator tanpa dukungan teknologi canggih seperti yang dimiliki Arnold Schwarzenegger di film aslinya.

Dengan hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan berburunya, Naru berhasil menciptakan ketegangan yang luar biasa.

Prey juga berhasil membuat monster ikonik ini lebih kompleks, menampilkannya sebagai makhluk yang cerdas dan penuh perhitungan, bukan sekadar pembunuh haus darah.

>>> Checkered Past Rayakan Ulang Tahun Samurai Jack dengan Penayangan Spesial

Keberhasilan Prey tidak hanya di mata kritikus, tetapi juga penonton. Film ini mendapat rating sempurna 10/10 dan dianggap sebagai penyelamat waralaba yang sempat kehilangan arah.

Prey Membuktikan Waralaba Predator Masih Bisa Mengejutkan

Sejak film orisinal Predator pada 1987, banyak sekuel dan reboot yang gagal menangkap esensi yang sama.

Predator 2 dianggap aneh, Predators (2010) membuang-buang setting planet alien, dan The Predator (2018) yang disutradarai Shane Black pun tidak mampu membangkitkan minat.

Namun, Prey berhasil memadukan horor, aksi, dan kecerdasan dengan cara yang segar. Film ini juga menjadi fondasi bagi penggambaran Predator sebagai pahlawan di film berikutnya, Predator: Badlands (2025).

>>> Rooster Fighter, Penerus My Hero Academia Paling Gila 2026, Rilis Blu-ray

Dengan pendekatan baru dan eksekusi yang matang, Prey membuktikan bahwa waralaba ini masih relevan dan mampu mengejutkan penonton modern.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru