⌂ Beranda › Tren › Dari Royalti Lagu hingga Galang Dana, Raisa dan Natasha Rizky Bergerak untuk Korban Karhutla
Tren

Dari Royalti Lagu hingga Galang Dana, Raisa dan Natasha Rizky Bergerak untuk Korban Karhutla

Dari Royalti Lagu hingga Galang Dana, Raisa dan Natasha Rizky Bergerak untuk Korban Karhutla
Raisa • Wikimedia Commons
A A Ukuran Teks16px

Dua penyanyi dan figur publik, Raisa dan Natasha Rizky, memilih cara masing-masing untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan. Keduanya mengumumkan aksi itu lewat media sosial, di tengah karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra.

Yang satu menyumbangkan penghasilan karya lama, yang lain menggalang dana dari publik. Keduanya sama-sama menyasar warga terdampak dan pemulihan lingkungan.

Raisa: Satu Video Musik untuk Habitat

Lagu "Nyawa dan Harapan" pertama kali dirilis pada 27 April 2016, dan video musiknya menampilkan lanskap yang terbakar, kabut asap di Sumatra Selatan, serta orangutan yang terdampak.

Pada 28 Oktober 2026, Raisa mengumumkan seluruh penghasilan JUNI Records dan dirinya dari video musik itu hingga 28 Oktober 2027 akan didonasikan. Dana tersebut diarahkan ke program pemulihan habitat melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Ia menulis, di setiap kehidupan ada harapan yang layak dijaga.

Natasha: Target Terlampaui, Penyaluran Jalan Terus

Natasha Rizky menggalang dana untuk warga terdampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Pada Sabtu, 31 Oktober, ia mengabarkan dana terkumpul sudah lebih dari Rp224 juta, melampaui target Rp150 juta.

Penyaluran sudah masuk tahap ketiga, dengan bantuan berupa obat-obatan hingga kebutuhan pokok. Natasha menjanjikan pembaruan lanjutan soal penyaluran tersebut.

Angka BNPB di Balik Aksi Mereka

Data BNPB per Senin, 2 November, menyebut 742 hektare masih terbakar. Kalimantan Tengah 351 hektare, Papua Selatan 253 hektare, Sulawesi Tenggara 95 hektare, NTT 16 hektare, Bangka Belitung 8 hektare, dan Kalimantan Barat 19 hektare.

Penurunan tercatat di sejumlah wilayah dibanding hari sebelumnya, misalnya Kalimantan Tengah turun 42 persen, Papua Selatan 56 persen, dan Sulawesi Tenggara 63 persen. Akan tetapi, Bangka Belitung dan Kalimantan Barat yang sebelumnya dilaporkan tanpa titik panas, ternyata ditemukan memiliki lahan terbakar pada Senin itu.

BNPB mengerahkan 54 pesawat: 22 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, serta 30 helikopter untuk water bombing. Pesawat siaga berada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau, sementara dukungan udara tambahan disiapkan di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru