Bonnie Blue adalah nama panggung Tia Emma Billinger, kreator konten dewasa kelahiran 14 Mei 1999 menurut profil yang beredar, yang berasal dari Nottinghamshire, Inggris.
Sebelum menjalani profesi yang membuat namanya dikenal internasional, ia bekerja di bidang rekrutmen tenaga kerja. Namanya meluas dibicarakan setelah ia menyampaikan klaim mengenai dirinya sendiri yang kemudian menjadi bahan dokumenter Channel 4 berjudul 1000 Men and Me: The Bonnie Blue Story. Karena latar belakang dan klaimnya kerap dicampur dalam satu narasi, pembaca perlu memilah mana bagian profil yang bersumber dari keterangan yang beredar dan mana bagian yang semata-mata berasal dari pernyataan dirinya sendiri.
Klaim dimaksud adalah pernyataannya bahwa ia berhubungan dengan 1.057 pria dalam waktu 12 jam pada Januari 2025. Setiap penyebutan angka ini harus dibingkai secara persis: itu klaim Bonnie Blue, dan tidak ada verifikasi independen yang mengonfirmasinya. Dokumenter atau liputan media yang membahas klaim tersebut tidak serta-merta menjadikannya fakta yang terbukti.
Akun Instagram dan Pencarian Tautan Video
Nama akun Instagram yang kerap disebut bersamanya meliputi @bonnie_blue_xox, @bonnieblue, dan @onlybonnieblue. Akun @bonnie_blue_xox dilaporkan tidak tersedia sejak Juni 2025. Namun, status ketiga akun tersebut per November 2026 tidak dapat dikonfirmasi, sehingga pembaca tidak bisa memastikan akun mana yang benar-benar aktif pada saat ini.
Banyak pencarian juga menanyakan tautan video Bali atas namanya. Jawabannya perlu disampaikan tanpa ambiguitas: tidak ada tautan video Bali yang terverifikasi. Artikel ini tidak memberikan tautan tersebut, dan tautan yang beredar tanpa verifikasi tidak layak dipercaya atau disebarkan sebagai rujukan mengenai perkaranya.
Dua Hal yang Sering Dicampuradukkan
Klaim 1.057 pria dan kasus Bali adalah dua peristiwa yang terpisah. Kasus Bali bermula dari laporan warga mengenai warga negara asing di sebuah studio di Pererenan, Mengwi, Badung. Polisi mengamankan 20 warga negara asing, termasuk Bonnie Blue, atas dugaan produksi konten yang tidak senonoh dan persoalan ketertiban umum, lalu pemeriksaan dilakukan pada 4 Desember 2025.