Dirk Kuyt mengakui laga Fenerbahce melawan Liverpool terasa seperti dua pertandingan sekaligus, antara tugas dan emosi.
Pelatih interim Fenerbahce itu adalah mantan pemain kedua klub: legenda Liverpool yang kemudian membela Fenerbahce pada 2012-2015 dan memenangi liga Turki. Ia mengambil alih tim setelah Ismail Kartal mundur.
Fenerbahce Lebih Kuat dan Kompak
Kuyt menyebut laga ini sangat spesial, tetapi menegaskan emosi harus dikesampingkan begitu peluit dibunyikan.
Ia menilai Fenerbahce kini lebih kuat dan kompak, dan timnya akan berusaha mengeksploitasi kelemahan Liverpool untuk memberi malam sulit bagi tim tamu.