Isu penangkapan jenderal Polri ramai dibicarakan, lengkap dengan daftar inisial dari NS, EH, AS sampai jenderal bintang 4 — tetapi Kejaksaan Agung membantah keras dan Polri belum mengonfirmasi satu pun kabar itu.
Kabar ini menghebohkan publik setelah beredar laporan bahwa sejumlah perwira disebut dibawa ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan/atau Mabes Polri untuk diperiksa. Isu tersebut dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir sendiri telah memberikan tanggapan terkait informasi yang beredar itu, meski tanggapannya bukan konfirmasi atas penangkapan.
Yang perlu digarisbawahi, daftar yang beredar bukan daftar resmi orang yang ditangkap maupun ditetapkan tersangka. Setiap laporan yang beredar bahkan tidak kompak: jumlah dan pangkat pihak yang disebut diamankan berbeda-beda antara satu laporan dan laporan lainnya.
Inisial-Inisial yang Disebut Diamankan
Pemberitaan yang mengutip sumber anonim menyebut sejumlah perwira tinggi dan anggota Polri diduga diamankan dalam operasi yang disebut berlangsung akhir Oktober 2026, di kawasan Widya Chandra, Jakarta, sebelum sebagian pihak disebut dibawa ke Kejagung. Karena bersumber dari pihak anonim dan tidak disertai dokumen resmi, rincian waktu dan lokasi itu pun masih berstatus kabar yang beredar.
Dari daftar yang beredar, jenderal bintang 4 berinisial L dilaporkan sempat disebut diamankan sementara sebelum akhirnya dibebaskan, dan disebut hanya menjalani pemeriksaan, bukan penahanan. Irjen NS disebut diamankan bersama beberapa perwira lain, dan Irjen EH disebut termasuk yang diamankan; nama lengkap di balik inisial EH dalam narasi media sosial sering dikaitkan dengan seorang mantan pejabat tinggi Polri, namun itu disajikan sebagai spekulasi, bukan identitas resmi.
Nama lain yang beredar adalah perwira berinisial AS, AKP L, dan Briptu R, serta anggota Polri tambahan yang pangkat dan inisialnya tidak diungkap rinci dalam laporan. Untuk AS, identitas dan pangkatnya masih berbeda antar laporan sehingga tidak dapat dipastikan merujuk pada satu orang tertentu berdasarkan kabar yang beredar sejauh ini.