⌂ Beranda › Tren › Anwar Ibrahim Minta Malaysia Waspada Penuh, Ancaman Siber Dinilai Tak Lagi Jauh
Tren

Anwar Ibrahim Minta Malaysia Waspada Penuh, Ancaman Siber Dinilai Tak Lagi Jauh

Anwar Ibrahim Minta Malaysia Waspada Penuh, Ancaman Siber Dinilai Tak Lagi Jauh
Sosok Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia (Instagram/@anwaribrahim_my) • CNBC Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Malaysia diminta waspada penuh. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan ancaman yang baru-baru ini mengguncang Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan negara lain yang jauh.

Pesan itu disampaikan Anwar lewat pernyataan di parlemen pada Selasa, 3 November 2026. Ia berbicara setelah negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang melaporkan dugaan serangan siber yang mengejutkan negara-negara tersebut. Karena disampaikan secara terbuka di parlemen, peringatan ini sekaligus ditujukan kepada masyarakat umum agar bersiap menghadapi kemungkinan perang dan gangguan serupa.

Anwar mengatakan Dewan Keamanan Nasional (MKN) sehari sebelumnya menyarankan agar ia membuat pernyataan hari ini untuk mengingatkan para anggota parlemen yang terhormat dan masyarakat umum bahwa ancaman tersebut tidak boleh dianggap sepele. "Jangan berasumsi bahwa ancaman-ancaman ini jauh dari kita," ujarnya, seperti dikutip dari Malay Mail, seraya menambahkan Kuala Lumpur juga berisiko mengalami hal serupa.

Langkah Konkret Pemerintah Malaysia

Kewaspadaan itu langsung diikuti langkah konkret. Urutannya jelas: MKN memberi saran pada hari sebelumnya, Anwar menyampaikan pernyataan di parlemen, dan pada malam harinya pemerintah menggelar pertemuan dengan semua departemen yang dipimpin Sekretaris Utama Pemerintah Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar. Rangkaian ini menunjukkan peringatan tersebut disiapkan sebagai kebijakan yang terkoordinasi, bukan reaksi spontan.

Bank Negara Malaysia pun bergerak dengan rencana sesi khusus bersama semua lembaga keuangan di negeri jiran, menandakan sektor keuangan dipandang sebagai salah satu titik yang harus diamankan lebih dulu. Sementara itu, pembicaraan keamanan nasional tertutup yang dipimpin MKN disiapkan untuk semua anggota parlemen dan direncanakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, agar para wakil rakyat menerima penjelasan langsung mengenai tingkat ancaman yang dihadapi negara.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru