Hingga akhir cerita Black Clover, ayah Asta tidak pernah diungkap secara jelas, sementara teori Astaroth yang populer di kalangan penggemar tidak memiliki konfirmasi resmi.
Perdebatan soal ayah Asta bermula dari perjalanan hidup sang tokoh utama sendiri. Asta dibesarkan di Desa Hage bersama Yuno, sahabat sekaligus saingannya dalam mengejar gelar Kaisar Sihir. Yuno dianugerahi kekuatan sihir luar biasa, sedangkan Asta lahir tanpa kekuatan sihir sama sekali, perbedaan mencolok yang menjadi fondasi seluruh perjuangannya.
Anti-Sihir sebagai Jalan Lain Asta
Karena tidak bisa mengandalkan sihir, Asta memilih menempa badannya lewat latihan fisik yang berat. Ketekunan itu membawanya pada kekuatan anti-sihir yang ia gunakan melalui grimoire berdaun lima dan kekuatan iblis. Berbekal kemampuan yang berlawanan dengan sihir pada umumnya, Asta justru mampu menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berbakat secara sihir darinya.
Di tengah perjalanan itu, nama Astaroth ikut terseret dalam perbincangan penggemar. Astaroth adalah iblis penguasa dunia bawah pemegang sihir waktu yang disebut memiliki kaitan dengan sejarah iblis pengancam dunia. Kemiripan namanya dengan Asta membuat sebagian penggemar menyusun teori bahwa iblis itulah ayah kandung Asta.
Petunjuk yang Dianggap Menguatkan Dugaan
Teori tersebut terasa makin meyakinkan bagi sebagian penggemar setelah terungkapnya hubungan Asta dengan Liebe, iblis yang tinggal di dalam grimoire-nya. Wujud Asta saat mengakses kekuatan iblis, termasuk tanduk di tubuhnya, turut dijadikan bahan spekulasi. Namun manga karya Yuki Tabata tidak pernah membuktikan teori itu sampai cerita berakhir.
Penjelasan resmi mengenai ketiadaan sihir Asta justru mengarah kepada ibu kandungnya, Licita atau Richita. Licita diceritakan memiliki kondisi unik yang menyerap kekuatan sihir dan energi kehidupan orang-orang di dekatnya. Karena berbahaya bagi orang lain, ia menjalani hidup sendiri di hutan di tepi Kerajaan Clover, jauh dari kehidupan berdampingan yang normal.