⌂ Beranda › Tren › Amorim di Ujung Tanduk: Derby Milan-Inter Penentu Masa Depan Sang Pelatih
Tren

Amorim di Ujung Tanduk: Derby Milan-Inter Penentu Masa Depan Sang Pelatih

Amorim di Ujung Tanduk: Derby Milan-Inter Penentu Masa Depan Sang Pelatih
Arsitektur Stadion Megah dan Mencolok di Karawang, Jawa Barat Muat Kapasitas 20.000 Penonton! • vecstock/freepik
A A Ukuran Teks16px

Kekalahan 2-4 dari Bologna di San Siro bukan sekadar tiga poin yang hilang. Bagi Ruben Amorim, kekalahan pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB itu mengunci satu kenyataan: Derby della Madonnina menjadi referendum atas masa depannya di AC Milan.

Milan kini berada di peringkat lima dengan 18 poin, tujuh poin di belakang Inter Milan yang memimpin klasemen. Bologna, sang penakluk, naik ke peringkat 11 dengan 11 poin. Artikel tidak merinci pencetak gol pada laga giornata sembilan Serie A 2026/2027 itu, tetapi dampaknya jelas: posisi Amorim, pelatih asal Portugal yang pernah menangani Manchester United dan Sporting CP, kian terjepit, dan pemecatan disebut sangat mungkin terjadi.

Dua Taruhan Sekaligus

Derby pekan ke-10 di San Siro pada Minggu (1/11/2026) pukul 02.45 WIB membawa dua taruhan sekaligus. Pertama, perebutan Scudetto: kalah dari Inter membuat Milan harus bersiap pada kemungkinan terburuk, yakni tersingkir dari persaingan gelar, walau masih terlalu dini untuk memvonis. Kedua, jabatan pelatih: kalah dalam derby digambarkan sebagai dosa yang tak termaafkan, dengan kemungkinan sangat besar Amorim kehilangan pekerjaannya jika Nerazzurri merebut tiga poin.

Menolak Alasan Cedera

Amorim sebenarnya punya alasan siap pakai: Milan kehilangan Adrien Rabiot, Mario Gila, dan Diego Moreira karena cedera. Namun ia memilih tidak menggunakannya. "Kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan dengan waktu yang kami miliki dan solusi yang kami punya. Kami memiliki tanggung jawab untuk berjuang demi kemenangan," katanya seperti dikutip dari Football Italia. "Kami akan menjadi tim yang sangat bagus. Terkadang kami kalah, terkadang kami menang, tetapi di masa depan kami akan menjadi tim yang sangat kuat. Saya percaya akan hal itu, dan ketika kami memiliki semua pemain, kami akan siap bertarung di setiap pertandingan. Tidak ada alasan; kami harus berusaha memenangkan pertandingan. Saya tidak ingin membela diri. Konteksnya tidak penting; kami adalah klub seperti Milan, dan kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Kami akan berusaha memenangkan pertandingan berikutnya."

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru