Kekalahan 2-6 Sassuolo dari Lazio di Stadion Mapei pada dini hari WIB Rabu, 28 Oktober 2026, bukan sekadar hasil buruk, melainkan penanda betapa rapuhnya pertahanan Sassuolo tanpa Jay Idzes.
Idzes, bek Indonesia, tidak dimainkan dan hanya menjadi cadangan tak terpakai setelah baru pulih dari cedera. Pelatih Alberto Aquilani disebut enggan mengambil risiko.
Dua wajah Sassuolo
Empat laga awal bersama Idzes: 2 menang, 1 seri, 1 kalah. Lima laga terakhir tanpa Idzes: 0 menang, 1 seri, 4 kalah, dengan kebobolan 15 gol atau rata-rata 3 gol per laga.
Total sembilan laga, Sassuolo kebobolan 22 gol, yang disebut sebagai rekor pertahanan terburuk Serie A. Pembandingnya: Fiorentina di peringkat 18 kebobolan 19 gol, Parma di peringkat 19 kebobolan empat gol lebih sedikit dari Fiorentina, dan juru kunci Venezia kebobolan 17 gol.
Respons Aquilani
Aquilani (42) meminta maaf dan menyebut kelemahan pertahanan sangat mengkhawatirkan. Ia menegaskan performa buruk bukan hanya soal taktik dan teknik, dan bertahan di Serie A tidak bisa ditawar meski jadwal padat.
Sassuolo berada di peringkat 14 dengan 8 poin. Sampai Idzes kembali, pertanyaan terbesar Sassuolo tetap sama: siapa yang bisa menghentikan kebocoran di lini belakang.