⌂ Beranda › Tren › Keamanan Laga Bukan Tugas Satu Pihak: I.League Gandeng Polisi dan Klub
Tren

Keamanan Laga Bukan Tugas Satu Pihak: I.League Gandeng Polisi dan Klub

Keamanan Laga Bukan Tugas Satu Pihak: I.League Gandeng Polisi dan Klub
Luis MIla Persib Bandung
A A Ukuran Teks16px

Insiden suporter yang masih terjadi dalam sebulan terakhir membuat I.League menegaskan kembali satu prinsip: keamanan pertandingan hanya bisa dijaga bila operator, klub, dan kepolisian bergerak bersama.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyampaikannya di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. Ia menyebut keamanan membutuhkan semua pemangku kepentingan.

Jejaring pengamanan yang dibangun

Koordinasi sebelum kompetisi mencakup perizinan dan pengamanan laga, termasuk area pertandingan dan area publik di luar stadion. I.League menyebut divisi General Security Officer dan Fan Engagement, serta koordinasi yang lebih kuat dengan Spectator Liaison Officer (SLO) tiap klub.

Di tingkat yang lebih luas, koordinasi rutin berjalan antara I.League dan Mabes Polri, serta antara klub dan polisi daerah.

Evaluasi berbasis risiko

Memasuki pekan 7, evaluasi disebut dilakukan per kasus berdasarkan risiko dan jenis insiden, bukan seremoni bulanan. Pendekatan ini memungkinkan penanganan yang berbeda untuk insiden yang berbeda.

Asep juga memuji Persib Bandung dan Borneo FC di kompetisi Asia, dan menyebut Indonesia masuk lima besar nilai koefisien tahun ini sebagai klaimnya, tanpa merinci badan pemeringkatnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru