Avatar: The Last Airbender adalah serial fantasi animasi berlatar dunia mitos di mana empat bangsa menguasai elemen: Api, Air, Bumi, dan Udara.
Seratus tahun setelah serangan mendadak Fire Nation, Avatar kembali dalam wujud baru: seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Aang.
Dengan bantuan teman-temannya, Aang harus menguasai keempat elemen dan menyelamatkan dunia dari pemimpin Fire Nation, Fire Lord Ozai.
Meskipun ditujukan untuk penonton muda, serial ini sempurna untuk segala usia karena mengangkat konsep dewasa seperti keseimbangan kekuasaan, penebusan, dan dampak perang.
>>> 5 Manga Fantasi Terlupakan yang Layak Dibaca dari Awal hingga Akhir
Avatar: The Last Airbender menceritakan kisah yang rapi dan hampir sempurna dalam tiga musim. Serial ini langka karena berhasil memberikan akhir yang memuaskan, menyelesaikan hampir semua alur cerita.
Hampir dua puluh tahun setelah berakhir, serial ini masih dirayakan di seluruh dunia.
Waralaba Avatar berlanjut dengan The Legend of Korra (empat musim), film animasi Avatar Aang: The Last Airbender yang akan dirilis Oktober, dan musim kedua remake live-action yang tayang minggu ini.
Avatar: The Last Airbender dan The Legend of Korra tersedia di Paramount+, sedangkan remake live-action di Netflix.
Game of Thrones: Serial Fantasi Terbaik Sepanjang Masa
Meskipun banyak yang mengaitkan Game of Thrones dengan pemeran Inggris dan inspirasi Anglo-Saxon, serial dan ceritanya berasal dari Amerika Serikat.
George R. R.
Martin, penulis buku A Song of Ice and Fire, adalah orang Amerika, begitu pula banyak kreator di balik adaptasi televisi, termasuk showrunner David Benioff dan D.
B. Weiss.
Game of Thrones tayang perdana pada 2011 dan langsung membedakan dirinya dari serial fantasi lainnya.
Anggaran produksi yang besar menghidupkan dunia Westeros dengan cara yang belum pernah terlihat di layar kaca. Lebih penting lagi, penulisan yang sangat baik menarik penggemar fantasi dan non-fantasi.
Serial ini berjalan selama delapan musim dan berakhir pada 2019.