Aragorn dianggap sebagai salah satu karakter terbaik dalam The Lord of the Rings, baik di film Peter Jackson maupun buku J.
R. R.
Tolkien.
Penggambaran Viggo Mortensen dalam trilogi film membuatnya semakin dicintai.
Namun, tidak ada karakter yang sempurna. Berikut lima hal tentang Aragorn yang mungkin sulit diterima penggemar.
Persona Strider adalah Versi Terkeren Aragorn
Aragorn memiliki perkembangan karakter yang brilian, tetapi versi awalnya sebagai Strider adalah yang paling keren.
Strider muncul di Penginapan Prancing Pony dengan sosok misterius dan mengintimidasi.
Meskipun kemudian menjadi Raja Gondor, persona pengembara yang kotor dan gelap itu tetap favorit penggemar.
Aragorn Cukup Menggoda Éowyn
Aragorn dan Arwen adalah salah satu kisah cinta terbesar dalam The Lord of the Rings.
Namun, di The Two Towers, Aragorn sempat menggoda Éowyn lebih dari yang seharusnya.
Meskipun tidak mengkhianati cintanya pada Arwen, interaksinya dengan Éowyn cukup flirty.
Sulit membayangkan Arwen akan setuju jika melihatnya.
Elrond Benar tentang Kematian Aragorn
Elrond awalnya menentang hubungan Aragorn dan Arwen karena Aragorn fana.
Arwen mengorbankan keabadiannya, tetapi pada akhirnya Aragorn tetap meninggal.
Arwen meninggal setahun kemudian karena patah hati, membuktikan kekhawatiran Elrond.
Aragorn Meninggalkan Gondor Tidak Begitu Heroik
Aragorn adalah pahlawan besar, tetapi ia menghindari takhta Gondor untuk waktu yang lama.
Ia tahu kerajaannya dalam kemunduran, tetapi tetap menunda tanggung jawabnya.
Ini adalah noda pada status heroiknya yang sering diabaikan penggemar.
Aragorn Memang Perlu Diganti Pemerannya
Untuk proyek The Hunt for Gollum, Aragorn akan kembali tetapi tanpa Viggo Mortensen.
Banyak penggemar kecewa, tetapi mengingat latar waktunya, pergantian pemeran masuk akal.
Jamie Dornan akan memerankan Aragorn, dan kita harus percaya ia akan melakukannya dengan baik.