⌂ Beranda News Mechs vs. Minions: Bandle City Edition Hadir Rayakan 10 Tahun Game Board League of Legends

Mechs vs. Minions: Bandle City Edition Hadir Rayakan 10 Tahun Game Board League of Legends

Mechs vs. Minions: Bandle City Edition Hadir Rayakan 10 Tahun Game Board League of Legends
Ilustrasi: Mechs vs. Minions: Bandle City Edition Hadir Rayakan 10 Tahun Game Board League of Legends
A A Ukuran Teks16px

Riot Games bekerja sama dengan Incredible Dream untuk merilis edisi ulang tahun ke-10 dari game board Mechs vs. Minions.

Edisi baru ini diberi nama Mechs vs. Minions: Bandle City Edition.

>>> Michael Dorn Selesaikan Film Sci-Fi "Life 2.0" Bersama Bintang Star Trek Lainnya

Game ini merupakan adaptasi dari semesta League of Legends ke dalam bentuk papan strategi yang cukup dalam.

Sejak dirilis sepuluh tahun lalu, Mechs vs. Minions tetap menjadi favorit penggemar board game.

Dalam wawancara dengan ComicBook.

com, Stone Librande (Senior Game Design Manager Riot), Frederick Ernst (Game Design Manager Riot), dan Jane Chung Hoffacker (CEO Incredible Dream) membahas sejarah game dan pembaruan yang dilakukan.

Mengapa Yordle Menjadi Pilihan Tepat

Stone Librande menjelaskan bahwa game asli yang ia buat untuk putranya adalah Mechs vs. Zombies, yang bertujuan mengajarkan pemrograman.

Saat mengadaptasi ke semesta League of Legends, karakter Yordle seperti Rumble dan Corky dipilih karena sifat kacau dan konyol mereka.

Frederick Ernst menambahkan bahwa karakter robot seperti Blitzcrank tidak cocok karena tidak akan berlarian menabrak dinding. Sebaliknya, Ziggs yang membuat robot justru memberikan kesan kacau sejak awal.

Stone menekankan bahwa pendekatan ini membuat game terasa lebih ringan dan lucu, berbeda jika menggunakan latar apokaliptik.

Jane dan tim Incredible Dream berhasil membuat tampilan baru lebih hijau dan hidup, seperti hutan di sekitar Bandle City.

>>> 10 Judul Anime Teraneh, Dari yang Absurd Hingga Menyesatkan

Menangkap Esensi League of Legends di Meja

Salah satu kunci adaptasi adalah mengganti zombie dengan minion, yang sudah akrab bagi pemain League of Legends. Minion berjalan lurus dan meledak, memberikan sensasi menyenangkan saat dihancurkan.

Frederick mengungkapkan bahwa banyak pertanyaan internal mengapa game board tidak langsung meniru Summoner's Rift dengan tiga jalur.

Tim merasa meniru terlalu dekat akan mengecewakan karena ritme dan ekspektasi game video sulit direplikasi di papan.

Alih-alih meniru mekanik, tim memilih menangkap perasaan bermain League of Legends: kerja sama tim, mengatasi rintangan, dan fantasi kekuatan dari lemah menjadi kuat.

Game ini tentang memanfaatkan situasi tidak sempurna yang tidak sepenuhnya terkendali.

Stone menambahkan bahwa mencoba mensimulasikan mekanik game video justru terasa seperti komputer yang harus bekerja.

Dengan menangkap perasaan, pemain merasakan kegembiraan menghancurkan banyak minion dalam waktu singkat, yang terhubung dengan esensi League of Legends.

Riot sebenarnya pernah membuat prototipe game board League of Legends dengan champion, lane, dan minion yang bergerak di trek.

>>> Sekuel "A Minecraft Movie" Janjikan Peran Besar Kirsten Dunst sebagai Alex

Namun proyek itu tidak pernah dirilis karena berbagai alasan. Tim kemudian menemukan cara lain untuk mengekspresikan keseruan League of Legends melalui Mechs vs. Minions.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru