Genre shonen sering dikritik karena keseimbangan imbalan-hukuman yang tidak realistis, seperti kebangkitan karakter mati atau kekuatan instan yang memuaskan penonton.
Namun, Jujutsu Kaisen tidak memiliki masalah itu.
>>> Serial Spionase 6 Episode Netflix yang Dianggap Klasik Kejahatan Modern
Gege Akutami memprioritaskan logika naratif di atas ekspektasi penggemar. Kemenangan harus dibayar mahal, kegagalan meninggalkan bekas permanen, dan popularitas tidak menjadi tameng.
Kematian Kento Nanami yang Menghancurkan
Kento Nanami tidak pernah benar-benar menyukai pekerjaan penyihir. Ia menganggapnya sebagai karier dengan aturan ketat, dan Teknik Rasionya sangat terkait dengan pola pikir profesionalnya.
Setelah terluka parah oleh Dagon dan Jogo, Nanami masih sempat memberikan kematian damai kepada korban mutasi Mahito.
Namun, ia akhirnya tewas di tangan Mahito setelah berhalusinasi tentang pantai tanpa beban.
Junpei Yoshino Tewas Sebelum Yuji Menyelamatkannya
Protagonis shonen sering menyelamatkan teman seusianya, seperti Luffy dan Koby di One Piece. Namun, JJK lebih tertarik pada dampak kehancuran daripada fantasi penyelamat.
Yuji hampir berhasil menyelamatkan Junpei, tetapi Mahito mengubahnya menjadi gumpalan tak berbentuk dengan Idle Transfiguration. Menyelamatkan orang di JJK tidak hanya sulit, tetapi juga traumatis.
Kepala Sekolah Gakuganji mengikuti ortodoksi jujutsu hingga harus membunuh Masamichi Yaga karena menciptakan Mayat Terkutuk. Sebagai hukuman, Yaga mengungkapkan rahasia di ranjang kematiannya.
Gakuganji kemudian bergabung dengan pahlawan dan mendapat pengakuan Gojo, tetapi ia harus hidup dengan rasa bersalah dan malu di sisa hidupnya.
Melindungi adik perempuan adalah tema umum shonen, seperti di Code Geass atau Demon Slayer. Megumi Fushiguro termotivasi untuk menyelamatkan Tsumiki dari Permainan Pembantaian.
Namun, Tsumiki ternyata adalah penyihir kuno Yorozu. Sukuna kemudian mengambil alih tubuh Megumi dan membunuh Tsumiki, membuat Megumi tenggelam dalam kesedihan.
>>> Sutradara Evil Dead Burn Pilih Api Asli demi Efek yang Lebih Nyata
Masyarakat jujutsu rela mengorbankan individu demi kebaikan bersama, termasuk memaksa gadis remaja menyatu dengan makhluk abadi. Riko Amanai menolak menjadi wadah Tengen dan memilih masa depannya sendiri.