⌂ Beranda News Jumlah Pelanggan Xbox Game Pass Dilaporkan Jauh di Bawah Target

Jumlah Pelanggan Xbox Game Pass Dilaporkan Jauh di Bawah Target

Jumlah Pelanggan Xbox Game Pass Dilaporkan Jauh di Bawah Target
Ilustrasi: Jumlah Pelanggan Xbox Game Pass Dilaporkan Jauh di Bawah Target
A A Ukuran Teks16px

Xbox baru-baru ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan dan penjualan studio. Langkah ini disebut sebagai dampak dari strategi yang terlalu agresif dalam mengembangkan layanan Game Pass.

Menurut laporan Wall Street Journal, dokumen hukum terkait akuisisi Activision mengungkapkan bahwa Xbox memproyeksikan akan memiliki sekitar 77 juta pelanggan Game Pass pada tahun 2026.

>>> Canon Events: Black Mask Dorong Catwoman ke Tepi Jurang, dan Dia Melangkah Lebih Jauh

Namun, kenyataannya saat ini hanya ada sekitar 30 juta pelanggan, atau sekitar 39% dari target.

Jumlah pelanggan Game Pass disebut mencapai puncak sekitar 35 juta pada musim panas 2025.

Angka ini kemudian menurun setelah kenaikan harga signifikan pada Oktober 2025, di mana langganan Ultimate naik dari $19,99 menjadi $29,99 per bulan.

Xbox kemudian menurunkan harga menjadi $22,99 per bulan dengan syarat game Call of Duty baru tidak akan dirilis di Game Pass.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menyebabkan kehilangan jutaan pelanggan.

CEO Xbox Asha Sharma dalam memo internalnya mengakui bahwa pertumbuhan Game Pass tidak sesuai harapan.

“Untuk tumbuh, kami bertaruh pada Game Pass, multi-platform, dan portofolio konten yang lebih luas.

>>> 5 Film Sylvester Stallone yang Terlupakan Kini Streaming Gratis

Meskipun bisnis ini menciptakan nilai yang berarti, mereka tidak tumbuh secepat yang kami harapkan,” ujarnya.

Kebutuhan untuk mengisi perpustakaan Game Pass menjadi alasan utama Xbox mengakuisisi banyak studio seperti Double Fine, Ninja Theory, dan Compulsion Games.

Akuisisi Activision Blizzard senilai $69 miliar merupakan langkah terbesar dalam strategi ini.

Sharma juga menyatakan ambisinya menjadikan Xbox sebagai salah satu dari sedikit perusahaan yang menghibur lebih dari satu miliar orang setiap hari.

Target ini dianggap terlalu tinggi mengingat kondisi ekonomi global saat ini.

Laporan ini menjadi bukti bahwa ekspektasi yang tidak realistis dapat berakibat fatal bagi karyawan yang hanya mengikuti arahan perusahaan.

>>> 7 Superman Jahat Paling Kejam, Injustice Bukan yang Teratas

Belum jelas apakah target ambisius tersebut akan tercapai atau justru menyebabkan lebih banyak pemutusan hubungan kerja.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru