Sutradara film horor Evil Dead Burn, Sébastien Vanicek, memilih menggunakan api asli dalam pembuatan filmnya.
Keputusan itu diambil untuk mempertahankan tradisi efek praktis yang sudah melekat pada waralaba Evil Dead.
Vanicek mengungkapkan bahwa begitu mengetahui judul filmnya adalah Burn, ia langsung bertekad menggunakan api sungguhan di lokasi syuting.
Menurutnya, Evil Dead identik dengan efek praktis, bukan sekadar menghormati warisan, melainkan karena itulah yang membuat film terasa nyata.
“Hal-hal dibuat di lokasi dan semuanya nyata.
Meskipun penonton tidak langsung menyadari itu CGI, mereka bisa merasakan ada yang aneh atau kurang fisik,” ujar Vanicek dalam wawancara dengan ComicBook.
Ia menambahkan bahwa realitas penuh dengan ketidaksempurnaan, dan ketidaksempurnaan itu sangat sulit ditiru dengan CGI. “Saya ingin semua ketidaksempurnaan itu.
Film saya penuh dengan ketidaksempurnaan. Itu sebabnya saya butuh kamera genggam, debu, dan kotoran di lensa,” jelasnya.
Vanicek berharap penonton merasakan kelelahan fisik setelah menonton Evil Dead Burn. Ia ingin menciptakan pengalaman seperti naik roller coaster yang menguras tenaga.
“Saya tahu harga tiket bioskop tidak murah. Ketika orang membayar, mereka ingin mendapatkan sesuatu yang besar.
Itulah yang saya coba ciptakan,” katanya.
Evil Dead Burn menjadi film terbaru dalam waralaba yang disutradarai oleh Vanicek, mengikuti jejak Fede Álvarez dan Lee Cronin.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 10 Juli 2026.
Sementara itu, film berikutnya dalam seri ini, Evil Dead Wrath garapan Francis Galluppi, telah selesai syuting dan direncanakan rilis pada 2028.
Vanicek mengaku tidak sabar menanti karya Galluppi yang menurutnya akan menjadi kejutan besar bagi penonton.