⌂ Beranda › Tren › Sinopsis Film Putri Jangan Gentayangan Lagi, Arwah Putri Gentayangan karena Rindu Bayinya
Tren

Sinopsis Film Putri Jangan Gentayangan Lagi, Arwah Putri Gentayangan karena Rindu Bayinya

Sinopsis Film Putri Jangan Gentayangan Lagi, Arwah Putri Gentayangan karena Rindu Bayinya
Foto: MVP Pictures
A A Ukuran Teks16px

Arwah Putri gentayangan karena satu keinginan yang tak sempat terwujud semasa hidup: menggendong bayinya. Itulah inti film horor Putri Jangan Gentayangan Lagi, yang tayang di bioskop mulai 5 November 2026.

Film ini berdasarkan kisah nyata mendiang Amanda Rizki Saputri. Kisahnya viral setelah ibunya, Mak Eli, menceritakan kejanggalan dan aksi gentayangan Putri di podcast Lentera Malam, setelah sang anak meninggal pada 4 Mei 2003 di usia 20 tahun. Video podcast itu dirilis pada 3 Maret 2024 dan per 4 November 2026 sudah ditonton lebih dari 7,6 juta kali.

Mak Eli, Ibu yang Bercerita

Mak Eli bekerja sebagai pengemudi ojek online dan harus berjuang menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Hidupnya berubah saat anak sulungnya, Putri, pulang membawa bayi. Di balik kepulangan itu tersembunyi kenyataan pahit: Putri menderita penyakit serius, dan kondisinya terus memburuk hingga meninggal dalam keadaan mengenaskan.

Kematian Putri menjadi awal teror bagi warga desa. Arwahnya mulai gentayangan dan menampakkan diri di sekitar rumah dan makamnya.

Keinginan yang Tak Kesampaian

Putri masih menyimpan kesedihan dan keinginan yang tak terpenuhi: ingin menggendong putranya yang baru lahir, Raman, dan mengadakan syukuran untuk bayinya. Keinginan itu tak pernah terwujud karena ia keburu meninggal.

Di sisi lain, kesehatannya yang terabaikan dan masalah yang belum selesai dengan keluarga suaminya membuat kematiannya menjadi misteri sekaligus teror bagi orang di sekitarnya. Apa sebenarnya yang terjadi pada Putri semasa hidup hingga arwahnya terus gentayangan?

Rizal Mantovani di Balik Layar

Film ini disutradarai Rizal Mantovani, yang dikenal lewat film populer antara lain Jelangkung, Kuntilanak, 5 CM, dan Jailangkung. Naskahnya ditulis Alim Sudio, penulis naskah di balik berbagai film, antara lain Surga yang Tak Dirindukan, Miracle in Cell No. 7, Kang Mak, dan Laura. Film ini mendapat rating R13, untuk penonton berusia 13 tahun ke atas.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru