⌂ Beranda › Tren › Menguak The Doll Ghawiah, Prekuel Horor yang Tayang di 18 Layar IMAX
Tren

Menguak The Doll Ghawiah, Prekuel Horor yang Tayang di 18 Layar IMAX

Menguak The Doll Ghawiah, Prekuel Horor yang Tayang di 18 Layar IMAX
A A Ukuran Teks16px

Semesta The Doll akhirnya membuka asal-usul kutukannya. The Doll Ghawiah, yang tayang 29 Oktober 2026, menelusuri teror itu sampai ke Bandung tahun 1988.

Di balik film ini ada nama-nama besar: Guntur Soeharjanto sebagai sutradara, Riheam Junianti sebagai penulis skenario, dan Hitmaker Studios bersama Legacy Pictures serta Masih Belajar Project sebagai rumah produksi. Film ini juga diputar di 18 layar IMAX Indonesia.

Ceritanya mengikuti Arya dan Evi, pasangan yang membawa kedua putrinya, Gita dan Nala, pindah dari Jakarta setelah bisnis mereka bangkrut. Di Babakan Siliwangi, mereka berharap restoran baru bisa menjadi awal yang lebih baik.

Boneka Buatan Miliaran Rupiah

Alih-alih awal baru, keluarga itu mendapat teror setelah Nala menerima boneka Ghawiah dari anak misterius di hutan. Boneka yang namanya berarti tersesat itu bergerak tanpa disentuh, dan terornya berkaitan dengan arwah Uci, anak yang tewas akibat tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya, seperti diceritakan Laras, pelayan restoran setempat.

Dari sisi teknis, Ghawiah bukan boneka biasa. Ia dirancang perajin Bali Pak Orlando bersama pakar animatronik Amerika Serikat, dengan dana miliaran rupiah, gerak nirkabel, dan kostum yang detail. Puncaknya, set rumah kaca seluas lapangan tenis dihancurkan untuk adegan klimaks.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru