Kasus video pribadi yang menyeret dua karyawan di Jombang berinisial AC dan F berbuntut panjang: sang pria ditangkap polisi setelah sang perempuan melapor karena merasa dirugikan.
Rekaman yang dikaitkan dengan AC dan F lebih dulu ramai beredar di TikTok dan Instagram. Warganet menarasikan video itu sebagai rekaman pribadi mengenai hubungan keduanya, hingga akhirnya persoalan ini masuk ke ranah hukum sebagai dugaan penyebaran video pribadi.
F, yang disebut bekerja di sebuah pabrik di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, adalah pihak yang melapor. Ia menyampaikan laporan resmi ke Polres Jombang atas kerugian yang ia rasakan dari beredarnya video tersebut.
Diamankan di Rumahnya
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra membenarkan laporan dari perempuan tersebut. Polisi kemudian mengamankan AC, pria berusia 29 tahun, di rumahnya di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, pada 3 Oktober 2026.
Setelah diamankan, AC menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Jombang. Informasi mengenai penangkapan dan pemeriksaan itu juga menyebar melalui unggahan TikTok @calysta0488.
Masih Sebatas Dugaan
Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal siapa yang merekam dan menyebarkan video tersebut. Identitas AC dan F pun hanya dibuka dalam bentuk inisial, dan status perkara masih dugaan yang tengah ditangani kepolisian.
Kasus ini menjadi pengingat agar warganet tidak sembarangan membagikan konten pribadi orang lain, karena penyebarannya bisa berujung pada proses hukum dan merugikan banyak pihak.
Perlu dicatat pula, perkara ini masih menyisakan banyak tanda tanya. Belum ada penjelasan resmi tentang siapa perekam pertama video tersebut, kapan rekaman dibuat, dan berapa lama durasinya. Nama tempat kerja F pun tidak dibuka ke publik. Dengan pemeriksaan yang masih berlangsung di Polres Jombang, keterangan resmi dari kepolisian menjadi satu-satunya rujukan yang layak ditunggu, bukan potongan narasi yang berseliweran di TikTok dan Instagram. Bagaimanapun, keberanian F untuk melapor patut dicatat: dari laporan itulah polisi bergerak menangkap dan memeriksa AC. Perkembangan hasil pemeriksaan akan menjadi penentu apakah dugaan penyebaran video pribadi ini berlanjut ke tahap hukum berikutnya.