Kisruh rekrutmen di kantor kreator Ryu Kintaro mencuat setelah seorang pelamar mengaku karyanya dipakai tanpa kejelasan imbalan, lalu menerima pesan ancaman dari akun tak dikenal.
Cerita ini pertama kali diungkap akun Threads @manusia_1080p. Ia mengaku melamar posisi videografer-editor di kantor Ryu Kintaro dan mengikuti tes edit langsung pada 3 Juli 2026.
Dalam tes itu, ia diminta editor internal mengedit segmen menit ke-3 sampai ke-11 sebuah video. Tes dikerjakan di komputer kantor, sehingga file proyek dan draf hasil kerjanya tertinggal di sana.
Yang Dipersoalkan Pelamar
Menurut pengakuannya, hasil tes tersebut kemudian dipakai dan diunggah tim Ryu Kintaro untuk publikasi. Masalahnya, ia merasa tidak pernah memiliki status kerja, kontrak, maupun pembayaran yang jelas. Tudingan "mencuri hasil edit" pun ramai dibicarakan, terutama di kalangan pekerja industri kreatif yang kerap menghadapi praktik tes serupa.
Dari pihak kantor Ryu, pesan langsung yang dikirimkan mengakui bahwa pelamar memang pernah datang dan menyelesaikan tes edit di kantor. Pernyataan itu belum menjawab tudingan soal penggunaan karya dan kompensasi secara rinci.
Ancaman Misterius dan Tantangan Tatap Muka
Beberapa jam sebelum pernyataan resmi pihak Ryu beredar, pelamar mengaku mendapat pesan bernada intimidasi dari akun tak dikenal. Tidak ada keterangan siapa pemilik akun itu, dan tidak ada bukti yang menghubungkannya dengan Ryu Kintaro atau tim kantornya.
Ryu Kintaro disebut menantang pemilik akun @manusia_1080p untuk datang langsung ke kantornya dan menyelesaikan persoalan secara tatap muka. Hingga artikel ini ditulis, tuduhan penggunaan hasil edit tanpa kompensasi masih berstatus klaim sepihak yang belum terverifikasi secara independen, termasuk belum adanya bukti kontrak atau pembayaran yang dibuka ke publik.
Yang jelas, peristiwa ini menjadi pengingat bagi kedua sisi. Bagi pemberi kerja, transparansi soal mekanisme tes dan hak atas hasil karya pelamar adalah hal mendasar. Bagi pelamar, menyimpan bukti komunikasi dan kesepakatan sejak proses rekrutmen berjalan bisa menjadi pegangan bila muncul perselisihan di kemudian hari. Perkembangan penyelesaian kisruh ini masih dinanti, termasuk apakah pertemuan tatap muka yang ditawarkan benar-benar akan terjadi. Satu hal yang juga masih gelap adalah isi persis klarifikasi resmi dari pihak Ryu, yang belum dirinci secara terbuka, sehingga publik belum bisa menilai duduk perkara ini secara utuh dari kedua sisi.