Pencarian video Fina Banyuwangi dan Egar membludak di media sosial, tetapi verifikasi menunjukkan empat file yang beredar bukan konten asli pasangan kreator itu dan identitas orang di dalamnya tidak terkonfirmasi.
Fina Theia Nafisabilla dan Egar Pradana adalah pasangan kreator asal Banyuwangi dengan konten komedi ringan bertema relasi muda. Mereka berkarya lewat akun TikTok bersama @finaegar, serta akun pribadi @finatn_ dan @egar_1801.
Kehebohan ini berawal dari ulah pengunggah ulang yang memotong vlog lama pasangan tersebut lalu menambahkan caption provokatif. Caption clickbait itulah yang memicu gelombang pencarian frasa seperti "link Fina dan Egar viral" di TikTok, X, dan Instagram.
Bukti Visual Tidak Mengarah ke Fina dan Egar
Konten asli yang teridentifikasi hanya dua: obrolan santai di dalam mobil yang diunggah resmi @finaegar pada 28 Mei 2026, dan klip bercanda memasang pin lucu (jibbitz) pada sandal santai. Keduanya konten biasa tanpa unsur sensasional.
Empat file berlabel part 1 sampai part 4 yang telanjur menyebar justru berbeda sama sekali. Rekamannya berlatar ruangan rumah, bukan mobil, dan wajah orang di dalamnya disensor serta terpotong. Tanpa bukti faktual dan identifikasi yang valid, menyebut mereka Fina dan Egar hanyalah spekulasi warganet yang konon berdasar kemiripan postur.
Jangan Klik Link Sembarangan
Sebagian pihak memanfaatkan momen ini dengan menjual akses link seharga Rp5.000 sampai Rp30.000, sementara yang lain membagikan folder empat video secara gratis. Kedua pola itu berbahaya: tautan tak jelas sumbernya adalah pintu masuk phishing dan penipuan.
Rincian empat file itu juga patut dicermati: durasinya berturut-turut 27 detik, 2 menit 19 detik, 4 menit 26 detik, dan 1 menit 1 detik, dengan latar ruangan rumah yang sama sekali berbeda dari vlog mobil resmi pasangan ini. Hingga kini, asal-usul file tersebut, siapa pembuat tautan berbayarnya, dan siapa pengelola folder gratis yang menyebarkannya, semuanya belum teridentifikasi.
Fenomena ini murni gabungan klip vlog resmi dan rekaman orang tak dikenal yang dibesar-besarkan pemburu klik. Meningkatkan literasi digital dan berhenti menyebarkan disinformasi adalah langkah paling masuk akal saat menghadapi isu viral semacam ini. Perlu dicatat pula, belum ada pernyataan resmi dari Egar dan Fina yang dikutip terkait isu ini, sehingga publik sebaiknya tidak memperlakukan spekulasi komentar sebagai fakta.