⌂ Beranda › Tren › Live Suci TKW Taiwan Bikin Penasaran, Pendakwah Berjuluk Gus Ompreng Itu Siapa?
Tren

Live Suci TKW Taiwan Bikin Penasaran, Pendakwah Berjuluk Gus Ompreng Itu Siapa?

Live Suci TKW Taiwan Bikin Penasaran, Pendakwah Berjuluk Gus Ompreng Itu Siapa?
Tangkapan layar live Suci saat melantunkan sholawat untuk pendakwah idolanya (TikTok/@suaratki6) • TikTok/@suaratki6
A A Ukuran Teks16px

Warganet dibuat penasaran oleh Suci, TKW asal Tulungagung di Taiwan, yang dalam live-nya berulang kali menyebut pendakwah idolanya dengan sebutan Gus Ompreng.

Video live Suci beredar setelah diunggah akun TikTok @suaratki6. Suci, yang sehari-hari berjualan es di Taiwan, memang kerap menyapa pengikutnya lewat siaran langsung. Kali ini, isi siarannya berbeda: ia berbicara dengan penuh semangat tentang seorang pendakwah muda yang sangat ia kagumi, lengkap dengan lantunan sholawat dan lagu Sembah Sujudku. Bagi penonton yang mengikuti dari awal, siaran itu terasa seperti perbincangan biasa antara seorang penggemar dan idolanya, hanya saja kali ini rekamannya tersebar dan dibaca ulang oleh jauh lebih banyak orang di luar pengikut tetapnya.

Dalam rekaman itu, Suci mengaku sebagai penggemar berat sang pendakwah. Ia juga terlihat kesal saat membaca komentar warganet yang bermunculan di tengah live. Perpaduan antara kekaguman, lantunan religi, dan reaksi spontannya membuat potongan video tersebut cepat menyebar dan memantik diskusi di berbagai platform media sosial.

Dari Julukan Menjadi Tebakan Warganet

Sebutan Ompreng, sebagaimana dijelaskan dalam perbincangan yang beredar, lahir dari penampilan sang pendakwah yang masih muda dan berbadan gempal. Ia juga digambarkan selalu berpeci, berserban, dan bersarung ketika mengisi pengajian, dengan materi dakwah yang disampaikan dalam bahasa Jawa yang ringan dan mudah dipahami jemaah.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, sebagian warganet menilai Gus Ompreng adalah Gus Iqdam. Penilaian itu murni menurut warganet dan berkembang liar di kolom komentar. Sampai saat ini tidak ada penegasan resmi yang memastikan identitas tersebut, sehingga publik sebaiknya menyikapinya sebagai spekulasi semata. Terlepas dari benar atau tidaknya tebakan yang beredar, peristiwa ini menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara pendakwah berbahasa daerah dan jemaah perantau, yang menjadikan konten dakwah sebagai pengobat rindu akan kampung halaman.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru