Apakah Laut Bercerita terkena kutukan adaptasi novel laris? Ulasan film itu memberi nilai 3,5, dengan pujian untuk visual dan pemeran, serta catatan untuk alur dan satu karakter kunci.
Film ini disutradarai Yosep Anggi Noen, sementara penulis novelnya, Leila S. Chudori, ikut berada di tim skenario untuk menjaga kata-katanya. Novel 2017 itu terjual 500 ribu eksemplar per Juli 2025, sehingga ekspektasi penonton sangat tinggi.
Novel 500 Ribu Eksemplar ke Layar Lebar
Ulasan menilai film tersebut belum sepenuhnya lepas dari kutukan adaptasi novel laris: sumber daya yang melimpah tidak otomatis membuat cerita mengalir mulus. Pembuka film dinilai melompati peristiwa-peristiwa kunci terlalu cepat, bukan membangun emosi secara perlahan.
Pemeran yang Tepat
Dari sisi pemeran, ulasan memberi nilai tinggi. Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Christine Hakim sebagai Ibu, dan Arswendy Bening Swara sebagai Bapak tampil kuat, didukung Kevin Julio sebagai Daniel, Ben Nugroho sebagai Alex, dan Dewa Dayana sebagai Sunu. Pilihan casting director Widhi Susila disebut sebagai langkah tepat untuk menjembatani ekspektasi pembaca. Desain produksi Ahmad Zulkarnaen, sinematografi Batara Goempar, dan musik Ofel Obaja Setiawan juga dipuji.
Ruang Sempit untuk Tokoh Pendukung
Masalahnya ada pada ruang. Beberapa momen ikonik buku absen, pengembangan karakter terhambat, dan penculikan Laut beserta kawan-kawan terasa kurang tajam dibanding novelnya. Ratih Anjani yang diperankan Eva Celia menjadi bagian paling disayangkan: di novel ia sosok yang sangat berduka karena kehilangan kekasih, tetapi di film ia lebih sering tampil konyol dan menjengkelkan, dan penyangkalannya atas hilangnya Laut tidak cukup kuat untuk menumbuhkan simpati.
Nilai Akhir
Penopang utama film adalah penantian Asmara Jati yang diperankan Yunita Siregar, kakak yang sekaligus anak dari orang tua berduka dan kekasih yang ditinggalkan, dengan kebingungan, duka, dan keteguhan mencari kepastian tentang nasib kakaknya. Namun fokus pada Asmara membuat Bapak, Ibu, dan sahabat Laut kekurangan ruang. Final film dinilai mengharukan ala Biru Laut legendaris, meski belum mencapai potensi terbaiknya, sehingga skor akhirnya 3,5.