Ketika kericuhan suporter mengancam keselamatan, PSSI tidak ingin sekadar mengimbau. Ketua Umum Erick Thohir bertemu Kapolri dan menyiapkan langkah tegas yang bisa berujung pada pengurangan poin.
Pertemuan tertutup itu digelar sehari sebelum Erick menyampaikan sikapnya. PSSI meminta operator liga dan klub bertindak tegas atas gangguan suporter yang mengancam keselamatan suporter lain.
Sanksi berat yang disiapkan mencakup pengurangan poin bagi klub dan suporter, di samping aturan yang sudah berjalan seperti pembatasan suporter tandang.
Dua Ranah yang Berbeda
Erick menekankan perbedaan antara insiden di stadion dan tindak kriminal di luar pertandingan. Untuk kriminalitas di luar laga, polisi disebut bertindak cepat, dengan sebagian pelaku ditangkap dalam 1x24 jam.
Komitmen bersama PSSI dan kepolisian mengenai penindakan kriminalitas di luar pertandingan bisa diumumkan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Belajar dari Kanjuruhan
Di balik semua langkah itu ada satu peringatan: tragedi Kanjuruhan tidak boleh terulang. Larangan suporter tandang selama tiga tahun sempat diberlakukan, dan pelonggaran FIFA musim ini membuka kembali kehadiran mereka.
Kepercayaan yang diberikan itu, kata Erick, harus dijaga. Langkah tegas disiapkan bukan untuk menghukum semata, melainkan untuk memastikan stadion tetap aman.